Wednesday, March 27, 2013

Perang Pemikiran (Ghazwul Fikri)

Ilustrasi perang pemikiran
Perang fisik memang bukan zamannya lagi, walau sebenarnya hal tersebut masih terjadi di beberapa negara di dunia, misal Israel dan Palestina. Perang fisik juga terlihat sangat nyata yang dapat memperoleh kecaman dari pihak lain. Saya yakin sangat banyak yang tidak sadar bahwa kita dalam masa berperang. Nyatanya perang ini lebih hebat dari perang fisik,-perang pemikiran (Ghazwul Fikri). Walau tidak menimbulkan kematian, namun dapat mengeruk sebuah idealisme ataupun pedoman. Katakan saja masalah adat istadat dan agama yang berubah sejak perang ini dimulai.

Pengertian Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)
Secara bahasa, ghazwul artinya serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan Fikri adalah pemikiran. Jadi ghazwul fikri dapat diartikan sebagai serangan untuk mengubah pemikiran sehingga tidak sesuai lagi dengan pedoman awal yang dipegangnya.


Coba bandingkan kelebihan Perang Pemikiran dibandingkan perang fisik.

1. Biaya
Perang fisik memerlukan peralatan persenjataan, jika perlu dengan alat yang tercanggih. Tentunya biaya yang digunakan sangat mahal. Bandingkan dengan perang pemikiran yang hanya menggunakan media.

2. Jangkauan
Perang fisik hanya memerangi sebuah daerah saja, walaupun berperang adalah sebuah negara, namun pusat penyerangannya hanya di beberapa daerah saja. Bandingkan dengan perang pemikiran yang sampai pada setiap rumah di bumi ini selama ia masih tersentuh dengan media massa. Maka dapat dipastikan ia sedang diperangi.

3. Ruang Lingkup
Perang fisik hanya untuk meruntuhkan sebuah pertahanan saja, namun perang pemikiran akan terus mendobarak hingga sendi-sendi kehidupan. Pada bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan lain-lain.

4. Waktu
Perang fisik pastinya akan berakhir pada suatu waktu. Namun perang pemikiran akan terus berlangsung selama kita hidup.

5. Dampak
Dampak dari perang fisik adalah perlawanan, ada yang kalah ada yang menang. Sedangkan Perang pemikiran akan mengubah pemikiran seseorang sehingga mengikuti pemikiran si pengatur. Pada awalnya ia menganggap hal tersebut buruk, kemudian bisa menjadi baik.

Sarana apa yang digunakan dalam perang pemikiran?
Media. Jawaban mutlak media. Kemudahan informasi ternyata memberikan efek buruk seperti ini. Apalagi masyarakat telah menaruh kepercayaan penuh terhadap media tanpa menyaring informasi terlebih dahulu. Anda akan selamanya berhadapan dengan media. Televisi yang ada di dalam rumah Anda. Internet yang setiap hari Anda akses. Koran yang Anda baca pada pagi hari. Dan seterusnya.

Tahukah Anda bahwa media dapat membentuk mind set kita? Media menjadikan kita seperti apa yang ia inginkan. Sebuah kutipan buku 'Catatakan Kang Jalal', 18 September 1997 dari seorang pakar komunikasi Jalaluddin Rakhmat.

“Dalam media massa dunia berganti nama, aurat berubah menjadi kesenian, maksiat menjadi klangenan, hiburan menjadi kebijakan, fitnah menjadi penerangan, manusia menjadi berhala, dan derita menjadi berita,”

Mengerikan bukan? Lalu apa saja contoh yang ada disekitar kita? Saya akan memberikan 2 contoh.

#Contoh 1
Adat istiadat orang zaman dahulu sopan serta santun. Orangtua kita pasti mengetahui hal tersebut dan Anda pasti akan setuju. Sangat jauh berbeda dengan zaman sekarang.

Kita kembali ke masa lalu, bagaimana penilaian masyarakat terhadap wanita yang keluar malam? Tentunya akan dicap sebagai wanita yang tidak baik, apalagi jika ia keluar bersama laki, tentunya cap yang melekat pada dirinya semakin parah. Keadaan seperti ini sungguh sangat baik. Mereka mengerti sampai mana batasan-batasan yang harus dilakukan dengan tidak melanggar norma-norma yang berlaku.

Bagaimana dengan sekarang? Anda dapat melihat sendiri bagaimana wanita keluar malam dengan mudahnya.  Apalagi para remaja putri yang kerap keluar bersama pacarnya. Sudah menjadi biasa dan tidak ada khwatir pada diri orangtua. Padahal kegiatan seperti ini sangat berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Anggapan zaman dahulu telah sirna.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ya, media. Bukankah televisi mempertontonkan adegan berpacaran? Bukankah budaya impor tesebut telah tersampaikan lewat media tulis? Cerita-cerita muda-mudi yang menjalin kasih? Cek saja buku-buku terdahulu. Hal-hal seperti ini meracuni pemikiran measyarakat.

Parahnya lagi ketika kita saksikan di layar kaca film bertemakan cinta saat ini kebanyakan diperankan oleh para pelajar. Bukankah harusnya mereka menyodorkan nilai-nilai pendidikan yang lebih, bukannya hanya mementingkan komersial saja dengan memfokuskan pada adegan percintaan. Film yang tidak baik. Maka sudah dapat dipastikan bagaimana budaya seks bebas itu muncul. Memberikan peluang kepada mereka untuk berduaan ketika pacaran.

#Contoh 2
Lady Gaga, sumber: mashable.com
Anda pasti mengenal Lady Gaga. Berita artis kontroversial tersebut sempat meledak ketika rencana konsernya di Indonesia. Maka berkembanglah isu mengenai Lady Gaga. Berita mengatakan ia adalah illuminati, satanis, dan lain sebagainya dengan membeberkan banyak bukti. Memang saya sendiri menyempatkan diri untuk membuktikan hal tersbut lewat karya-karya Lady Gaga. Dari liriknya yang menyesatkan dan koreografinya yang penuh pesan simbolik 'jahat' untuk para penonton. Menurut saya sudah sangat jelas keburukkannya.

Lagu 'Born This Way' sudah banyak dibahas oleh berbagai pihak, bahwa lagu tersebut mengandung pesan-pesan kelompok satanis. Begitu juga dengan lagunya yang berjudul 'Judas' yang mengaitkan pada sebuah agama tertentu. Gelombang penolakkan juga terjadi di negara lain. Umat Islam dan Khatolik di Filipina berdemo atas rencana konser yang akan dilaksankan di negara tersebut.

Akibat Ghazaul Fikri, pemikiran sebagian orang berubah. Mereka lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah seni belaka. Tidak ada maksud, tidak ada tujuan, hanya sebatas seni. Lalu, mereka juga mengungkit hak untuk berekspresi yang dimiliki semua orang. Semuanya sah-sah saja dilakukan, toh setiap orang punya hak. Ada pula dengan tidak bijaknya mereka menyarankan agar orang-orang yang kontra untuk menyelesaikan permasalahan ibu peritiwi terlebih dahulu ketimbang mengurusi "Mother Monster" ini.

Lihat bagaimana pemikiran kita telah diubah, diarahkan sesuai apa yang mereka inginkan. Harusnya kita berterimakasih sebesar-besarnya kepada media dan mengasihani diri sendiri karena tidak mampu bertahan atau melawan. Selamat!

Satu hal penting, Sebuah keburukan akan tetap buruk tidak relatif mengikuti perspektif seseorang.

Jangan sampai sesuatu yang buruk kita anggap menjadi biasa atau baik, karena ghazaul fikri mampu melakukan hal tersebut. Jadi berhati-hatilah.


25 komentar

click to leave a comment!

March 27, 2013 at 8:51 AM Delete comments

Asyiiik, bertambah 1 lagi halaman tentang ghazwul fikri di internet.. \(ˆ⌣ˆ)/

Reply
avatar
March 27, 2013 at 10:09 AM Delete comments

Benar sekali. Dan parahnya, justru orang2 indonesia mrasa bangga bila bisa mengikuti budaya barat. Trmasuk menghafal lagu2Ny* Termasuk Saya. :D

Reply
avatar
March 27, 2013 at 10:21 AM Delete comments

"Sebuah keburukan akan tetap buruk tidak relatif mengikuti perspektif seseorang."

exactly true!

suka banget tulisan kamu sabda.. saya izin copas boleh? sumbernya saya tautkan juga, tentu :)

Reply
avatar
March 27, 2013 at 10:51 AM Delete comments

termiakasih mbak, silahkan... ini juga bagian dari dakwah :)

Reply
avatar
March 27, 2013 at 11:25 AM Delete comments

kalau begitu, mari kita menggunakan media yang ada, yang kita punya dan yang ita punya kemampuan untuk mengimbanginya. Mungikin susah ya, dan amat susah. Tapi, sekesil apapun ketika kita mau berusaha bukankah itu lebih baik dari sekedar mengutuk saja :)

Suka tulisannya :)

Reply
avatar
March 27, 2013 at 11:26 AM Delete comments

Tepuk jidat! Buanyak amat typooooo, hiks

Reply
avatar
March 27, 2013 at 11:31 AM Delete comments

perangilah pemikiran dengan pemikiran juga. sudah bukan masanya lagi dunia perang pemikiran dikuasai mereka yang punya uang. kita, melalui blog kita, punya kuasa yang sama utk menebarkan pemikiran kebaikan :)

Btw tolong opsi 'Name & URL' diaktifkan utk pemberi komentar dong :)

Reply
avatar
March 27, 2013 at 3:22 PM Delete comments

Nah itu, karena ikut2an sih ya, dan sudah biasa melakukan makannya dianggap biasa aja -.- bertambah lagi nih pengetahuan ghazaul fikri hehehe

Reply
avatar
March 27, 2013 at 9:59 PM Delete comments

Suka dengan komen mbak Anaz dan kk Indobrad. Di situlah peran kita para blogger ya, menuliskan hal2 baik :)

Reply
avatar
March 27, 2013 at 10:29 PM Delete comments

aduh berat nih postingannya, ghazwul fikri itu apaan?? tapi emang aku juga nggak suka lady gaga sih, keliatan satanis banget, palagi lagunya Judas kalo ga salah cerita tentang kita harus berterimakasih sama Judas, terus dia yang kayak pacarnya Judas, Judas semacam setan gitu khan yang ngelawan Jesus gitu..ngeri.

Reply
avatar
March 27, 2013 at 10:57 PM Delete comments

kalo perang pemikiran memang susah dihadepinnya.. menembus batas geografi dan demografi, dan sekarang ini hal tersebut yg marak terjadi lewat sosial media..

templatenya nih yg tadi tak pake buat toko onlineku hehehe *kembaran*

Reply
avatar
March 28, 2013 at 5:21 AM Delete comments

trimakasih dah posting artikel ini. smoga bnyak yg akan mmbacanya dan tau ttg ghazwul fikri. shingga hati kt sm2 tergerak untuk mmeranginya. pmikiran kt bls dgn pmikiran jg. kt mulai dgn dri kt sndiri dlu. smoga kt d berikan ptunjuk. amin....

Reply
avatar
March 28, 2013 at 7:36 AM Delete comments

pergerakan yang selama ini dilakukan oleh oknum komersial menjadi titik dimana pergerakan tersebut berimbas pada sisi tindak laku masyarakat yang sedang menuju ke arah pembelajaran nilai positif

tapi seperti hal nya anak kecil atau sedang dalam perjalanan
seringkali terserempet dan tertawan oleh keadaan

tentu menjadi PR besar bagi seluruh masyarakat
tapi titik pusat dari hal ini adalah pergerakan dari atasan yang menciptakan cerminan negatif

Semoga Tuhan menunjukkan Jalan yang benar kepada Kita

Reply
avatar
March 28, 2013 at 1:11 PM Delete comments

bener banget, zaman sekarang peperangan bukan make otot sekarang memakai yang namanya otak. dan semua hal'' yg biasa kita lihat itu salah satunya, seperti mengumbar'' aurat, karena kita sering nonton film. di situlah peperangannya. bagaimana cara mengalahkan musuh dengan cara lawannya mengikuti alirannya.....
maen ke blog ane ya, mas broo... salam kk

Reply
avatar
March 28, 2013 at 2:52 PM Delete comments

maaf mas, permintaannya tidak bisa saya penuhi, soalnya komentar ini tanpa moderasi, khawatir bnyak yang spam

Reply
avatar
March 28, 2013 at 3:01 PM Delete comments

ngga berat kok, baca sampai habis biar dapat ilmu yang bnyak ya

Reply
avatar
March 28, 2013 at 4:26 PM Delete comments

"Sebuah keburukan akan tetap buruk tidak relatif mengikuti perspektif seseorang" - ini bener banget broo!

Reply
avatar
March 28, 2013 at 5:14 PM Delete comments

ini sangat kejam rupanya.. dibalik seni yang menyesatkan. huaaaahhhh salam kenal dulu aja dari gue :) jomblo absurd

Reply
avatar
March 28, 2013 at 11:44 PM Delete comments

yup, semua karena media. tp sebetulnya masing2 dr kita punya benteng. Jd tergantung kita juga apakah lemah atau tidak :)

Reply
avatar
March 29, 2013 at 4:08 PM Delete comments

*Seketika otak langsung blank*

cakep nih, butuh berulang ulang untuk memahami tulisannya *dasar lemot guenya*.

Dan ini juga bener banget. Perang pemikiran lebih baik dari perang fisik

Reply
avatar
April 3, 2013 at 7:51 AM Delete comments

Nice post sob! :D

termasuk sinetron dan beberapa film di Indonesia juga berdampak sangat buruk bagi otak. maraknya film sinetron dan teman - temannya yang secara langsung maupun tidak langsung menanamkan budaya berpacaran, sex bebas, kriminal, kekerasan dan yang baru2 ini saya perhatikan barang ghoib juga jadi tren... hahaha...
kapan2 nulis tentang dunia hiburan indonesia sob, sma solusinya sekalian :D

Reply
avatar
April 13, 2013 at 7:30 PM Delete comments

Singgah membaca postingan menarik, mengajak berfikir..

Reply
avatar
April 23, 2013 at 3:49 PM Delete comments

jadi inget #IndonesiaTanpaJIL dan kultwit ust @felixsiauw kemarin :)

Reply
avatar
May 13, 2013 at 3:43 PM Delete comments

Wah, kalau udah masuk post-modernisme ini siapkan filter yang ente punya gan. Sekarang udah over-globalisasi, untunglah kita berada dizaman kebebasan komunikasi.

Reply
avatar
July 28, 2013 at 11:09 PM Delete comments

Bisa dapet ide dan pelajaran baru dari tulisan ini.. ^_^
Keren bang Awal..

Lain kali mudah2n jga bisa saya bahas di blog Chaidir's Web..
Dan semoga melaui blog yg juga sebagai media informasi ini, kita yang paham dengan pemikiran positif bisa memberikan kontribusi untuk melawan pemikiran2 yang tidak baik seperti itu..

Reply
avatar