Saturday, May 18, 2013

Cara Yang Tepat Menasehati


Cara Yang Tepat Menasehati- Cara ini saya dapatkan ketika menonton acara Khazanah di Trans 7 yang tayang pukul 05.30 WIB. Ada hal menarik yang sangat memberi saya pelajaran dan InsyaAllah hal ini juga sangat bermanfaat untuk kita semua.

Menasehati adalah hal umum yang dilakukan oleh seseorang untuk membuat orang lebih baik. Ada dua jenis cara menasehati, dengan cara lembut dan kasar. Tetapi menasehati secara kasar cenderung terlihat seseorang tersebut marah, bukan malah menasehati. Cara yang kasar juga hanya menyebabkan orang lain tersakiti dan berpeluang enggan untuk berubah.

Segala sesuatunya memiliki aturan. Mau itu adat, norma masyarakat dan agama. Begitu juga dengan Islam yang memiliki aturan-aturan untuk manusia guna mempermudah dan memperbaiki hidupnya. Dimana ada aturan disana ada pelanggaran. Dan setiap pelanggaran-pelanggaran tersebut perlu diperbaiki dengan cara memberitahukan yang benar atau menasehatinya.

Pernahkah Anda mendapati seorang wanita yang mengenakan jilbab transparan dan bercelana jeans? Lalu apakah yang ada dipikiran kita? Apakah kita lantas mengatakan 'hei, berjilbab bukan seperti itu, harus seperti ini!'

"Menasehati ada dua cara, yaitu dengan fiqih (syariat) untuk imannya yang sudah mapan dan dakwah untuk imannya yang masih belum mapan." Ini yang saya dapat dari acara tersebut.

 Contoh:
Menasehati secara fiqih adalah kita menasehati dengan menyampaikan secara langsung hal yang tidak sesuai dengan syariat kepada orang yang imannya sudah mapan. Jika Anda katakan 'hal itu tidak boleh dilakukan, haram !', maka ia akan menerimanya.

Namun, apabila cara ini dilakukan kepada orang yang belum mapan imannya, malahan ia akan menganggap bahwa perkara tersebut berat. Akan lebih baik jika kita menasehatinya dengan bahasa yang lebut seperti gaya pendakwah yang biasa kita saksikan di televisi.

 Misal, "oh, coba kamu begini pasti lebih baik". Menggunakan bahasa dakwah dengan gaya santai dan diselipkan dengan candaan.

Saya sering juga mengatakan bahwa pacaran tidak ada didalam Islam. Mungkin teman-teman blogger lain tahu dengan hal ini. Saya sering mengatakan "Jomblo is high quality", "Say no for PacaranPraNikah", bahkan saya memaparkan secara gamblang tentang pacaran, tidak serta merta mengatakan bahwa pacaran itu haram. Bisa Anda lihat ditulisan saya Bahas Diskusi Pacaran Yang Saya Lakukan Part 1 dan Part 2 .

Karena menurut saya kebanyakan remaja masih labil begitu juga dengan imannya yang masih belum mapan. Saya berkata begini bukan berarti saya memiliki iman yang mapan melainkan masih dalam tahap belajar. Coba memisahkan mana yang baik dan buruk.

19 comments :

  1. Setuju, nasehat yang lebih soft kadang kita perluin saat kita ketemu sama orang-orang/temen sebaya yang belum mapan imam, terkadang denganc ara yang lembut aja masih sering salah persepsi.. Makasi informasinya sob :)

    ReplyDelete
  2. ya benar itu, kalau menasehati berarti melihat orang juga..
    tapi kadang ada juga tipe org yang membangkang. udah dikasi tahu baik2 tetap aja ngdumel, kalau itu gimana sob?? hehe

    ReplyDelete
  3. betul-betul , untuk menasehati perlu juga melihat situasi dan kondisinya... :)
    salam kenal ..

    ReplyDelete
  4. hasyim muzadi kan ya yang ngomong begitu, and yes I do agree :D

    kadangkala objek dakwah jadi kabur gara2 cara menasihati yang keliru.. dan cara dakwah tim khazanah ini emang oke bangeeet.. tidak menggurui, ngena, dan berlandaskan dalil yang shohih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya ya mbak, heheh, saya nggak ingat namanya , kayaknya beliau MUI atau ulama gitu

      Delete
  5. Nasehat akan lebih mengena jika dilakukan dengan cara lemah lembut tanpa menyakiti perasaan orang itu.

    ReplyDelete
  6. Saya juga nonton acara itu.
    Pada saat mendengar tentang 2 macam cara menasehati, jadi ingat pd diri sendiri. Waktu dulu blm bljr Alqur'an dgn benar, susah sekali rasanya menerima apa2 yang Islam tetapkan. Tapi Alhamdulillah, Allah membukakan qulub dan pikiran, sehingga skrg bisa lebih lapang menerima.

    ReplyDelete
  7. masih selalu bermanfaat untuk dibaca bang sabda. :)

    ReplyDelete
  8. Setuju sob, menasehati tu harus melihat situasi dan kondisi,,,
    liat orang ini pemahamannya sampai di mana ?
    mantep sob,,
    Met aktifitas,,

    ReplyDelete
  9. Sebisa mungkin menasehati itu tidak menggunakan kata "jangan". Soalnya malah bikin orang yang dinasehati seakan tertantang dan malah melakukan hal yang kita larang ~~

    #IMHO

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener2, kata jangan lebih terdengar menggiurkan

      Delete
  10. duh jadi inget ue dulu gimana, sekarang ya lumayan bisa lah hehehe :D

    ReplyDelete
  11. kalau aku sendiri, sih lebih suka dinasehati dengan cara diberi contoh. misalnya diminta bangun pagi. ya, kalau seiisi rumah bangun pagi semua aku jadi termotivasi. lebih nyaman dari pada dibilang "ayo bangun pagi, nanti rezekinya dipatuk ayam", hahaha :p

    ReplyDelete
  12. Nasehat itu kudu pake alasan yg jelas, kalau nggak jelas ya anak mana mau di doktrin ? Ya nggak ?

    ReplyDelete
  13. yah ga semua anak muda susah dinasehati kok
    itu semua ya tergantung kepribadian dari si anak muda tersebut hehe

    ReplyDelete
  14. nasehat yang paling ampuh itu berasal dari teman masbro, remaja suka dengerin perkataan temennya ketimbang orang yg lebih tua.

    ReplyDelete
  15. terimakasih nasihatnya suhu...
    :)
    heheheee...

    ReplyDelete
  16. bahasa dakwah yang baik memang lebih mudah didengarkan :)
    terdengar nggak menggurui dan menunjukkan kebaikan

    ReplyDelete