Friday, June 7, 2013

Fanatik Sampai Mana?


Fanatik Sampai Mana?- Saya menulis artikel ini karena beberapa hari yang lalu saya disebut sebagai fanatik. Sebutan itu dilontarkan melalui tweet, yang sebelumnya saya membalas tweet si dia. Saya tidak marah sama sekali, hanya merasa sedih betapa mereka terlalu cepat untuk memvonis.

Jadi ceritanya seperti ini. Sekitar jam 6-an sore saya buka twitter. Lihat wall twiter dan menemukan salah satu tweet dari sebuah komunitas yang saya ikuti. Kebetulan pada saat itu hari sabtu,-menjelang Malam minggu.

Admin komunitas tersebut menulis, "Sebelum ngedate, shalat maghrib dulu. Biar ngedatenya lancar dan di restui Tuhan".  Bagi saya hal seperti ini terlalu mengada-ngada. Maka saya membalas tweet tersebut "Yang berduaan tanpa ditemani mahram tetap dibenci, oleh Rasul dan Allah, saya juga benci."

Mungkin balasana tweet saya terlalu "melabrak" si dia. Lalu saya menerima balasan tweet lagi. "Emangnya ngedate konotasi cuma buat yang berpacar? twit buat pasutri juga bisa. Kalau memang ngga setuju yaudahlah, juskid doang."

Setahu saya komunitas ini tidak ada yang pasangan suami istri. Kalau kita boleh jujur pada diri sendiri, apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar kata "ngedate"? Di dalam kepala saya tergambar sepasang muda-muda yang sedang berpacaran. Jika dikatakan just kidding, saya kurang setuju.

Tidak lama kemudian saya terima balasan tweetnya. "Btw, harap bedakan yang komunitas A dengan komunitas agama, jadi jangan gunakan kefanatikkanmu disini, karena pasti tidak berlaku."

Ini yang membuat saya sedih. Bukan karena vonisnya, melainkan tulisannya yang seakan-akan mengatakan bahwa Islam hanya berlaku untuk urusan agama. Saya yakin yang membalas tweet saya adalah seorang muslim juga.

Karena kesal, saya membalas tweet tersebut. "Soalnya tadi bawa-bawa agama (shalat maghrib) jadi aku nyambung aja".






Saya menemukan 2 ungkapan umum yang direspon ketika seseorang menyampaikan perihal agama.

  1. Dasar fanatik
  2. Sok suci!
Mengapa hal ini terjadi, setelah saya berpikir, maka saya menemukan empat alasannya.
  1. Apa yang agama ajarkan tidak sesuai dengan keinginannya. Misal, agama melarang pacaran tetapi mereka pacaran, maka ungkapan fanatik dan sok suci pun keluar.
  2. Mereka mengganggap bahwa Islam adalah kuno dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman
  3. Mereka malu dengan agamanya sendiri
  4. Teman saya berkata, bahwa mereka adalah orang-orang yang belum siap mentalnya menerima hal-hal seperti ini
Korban sekularisme atau liberalisme? Apakah saya yang salah? Atau Anda memiliki pendapat yang lain? Silahkan tuliskan pendapat Anda di komentar, apapun itu akan saya hargai.

18 komentar

click to leave a comment!

June 7, 2013 at 8:36 AM Delete comments

abg perbarui tulisan di atas Dan, thanks ya

Reply
avatar
June 7, 2013 at 9:16 AM Delete comments

Semoga kaum muslimin sadar bahwa racun sekulerisme telah merasuki sebagian besar jiwa mereka tanpa mereka sadari. ini tugas kaum muslimin untuk mempelajari islam dari sumbernya yang asli dan meneladani bagaimana Rosulullah SAW dan para Sahabatnya dalam menjalankan dan mengamalkan agama ini dalam kehidupan sehari-hari. islam bukan hanya cocok di zaman Rosulullah SAW, islam cocok dengan zaman kapanpun dan di manapun sampai hari kiamat. hancurnya islam bukan dari siapa-siapa, tapi justru dari kaum muslimin itu sendiri yang tidak suka dengan ajarannya, karena telah teracuni dengan pemikiran sekuler. orang yang fanatik adalah orang yang memisahkan aktifitas kesehariannya dari urusan agama. semoga Allah
swt memberikan hidayah pada mereka. amiin.

Reply
avatar
June 7, 2013 at 9:36 AM Delete comments

salah faham kayak gini sering banget terjadi, apalagi kalo ngebawa soal agama .
ambil hikmahnya aja :)

Reply
avatar
June 7, 2013 at 9:44 AM Delete comments

Kedewasaan itu selalu ada prosesnya, terkadang subjektif bisa menjadi objektif, bahkan sebaliknya.

Sukses selalu
Salam wisata

Reply
avatar
June 7, 2013 at 10:56 AM Delete comments

iya, dia tau dlm islam ngak boleh pacaran, tp dia ttp pacaran. trs dia ngatain org fanatik. padahal emg udah rules nya begitu dlm islam.. ckckck

Reply
avatar
June 7, 2013 at 6:48 PM Delete comments

yang berkata bahwa seseorang itu terlalu fanatik atau seseorang itu sok suci , pastilah dia belum memahami betul akan agama yang dianutnya, dan hanya melihat agama dari kulit luarnya saja....salam :-)

Reply
avatar
June 7, 2013 at 7:46 PM Delete comments

Oh, ternyata komunitas itu toh..

Dari awal sih Dani emang da kurang suka Bang..

Karna sbtulnya Dani agak risih sama gembar-gemboran tentang "Blogger Kreatif, Blogger Kreatif, Blogger Kreatif.." yang tapi kreatifnya kebablasan.. Contohnya kayak komunitas itu..

Dalam dunia usaha ada yg namanya "Ceative with Credibility".. ada istilah begitu, karna kreatif doang ga cukup.. Kalau modal kreatif doang tanpa tanggung jawab yang ada namanya: kurang ajar..

Reply
avatar
June 7, 2013 at 9:34 PM Delete comments

kita juga nggak bisa salahkan komunitas seutuhnya Dan, karena memang didalmnya berisi anak muda yang pemahaman agamanya minim, oh ya, admin dari komunitas itu nggak cuma satu, dan abg yakin yang nulis itu bukan pendirinya, kalau yang abg tahu, pendirinya agak care gitu tentang Islam

Reply
avatar
June 7, 2013 at 11:22 PM Delete comments

Sudah seharusnya kita fanatik kepada Islam. Kalau kita fanatik, itu artinya kita kaffah. Ucapkan Alhamdulillah kalau ada yang mengatakan fanatik. Sebaiknya hindari hal2 yang sifatnya perdebatan di dunia maya, sekalipun kita berangkat dari hal yang benar. Banyak yang membaca dan belum tentu paham, kuatirnya akan menyebabkan orang jadi menilai buruk pada Islam.

Reply
avatar
June 8, 2013 at 5:18 AM Delete comments

manusia memang berbeda - beda,... walaupun kita menyampaikan sesuatu yang benar namun menggunakan cara penyampaian yang kurang baik, memang seperti itu jadinya,... saya juga pernah kayak gitu

Reply
avatar
June 8, 2013 at 6:55 AM Delete comments

selamat Pagi Sob,,,yang sabar saja yaa Sob kalau orang mengatakan Sobat Fanatik di Jejaring Sosial...ambil hikmahnyan saja...

Reply
avatar
June 8, 2013 at 12:56 PM Delete comments

iya juga ya bund... fanatik artinya ktia memahami,,

iya bund, sekali lgai akan coba lebih halus lagi

Reply
avatar
June 8, 2013 at 3:01 PM Delete comments

seharusnya kita bisa memahami dan menghargai pendapat yg berbeda asal masih dalam kategori di jalur moral dan etika...
:)

lama gak maen ke sini...tulisannya makin bagus saja...

Reply
avatar
June 9, 2013 at 4:24 AM Delete comments

saya merasa aneh jika dibilang fanatik dan sok suci.. prinsip untuk enggak pacaran ya tentu karena takut atas azab Allah, karena emang itu dilarang.. kalo dibilang sok suci, saya mah cuek dari pada sok dosa, gak suci, dsb :D

Reply
avatar
June 9, 2013 at 7:48 AM Delete comments

sukses di jalanmu sajalah bro, ane gak mau kbnyakan komentar klo soal ini. :))

Reply
avatar
June 9, 2013 at 3:03 PM Delete comments

gw sekuler...
dan gw menghargaai pendapat siapa saja.

Reply
avatar
June 9, 2013 at 4:03 PM Delete comments

Islam datang dalam keadaan asing,dan akan menghilang jg dalam keadaan asing.. Beruntunglah jika qt yg disebut asing tsb.. #masa akhir jaman ^^

Reply
avatar