Sunday, September 15, 2013

Cara Dan Syarat Membuat Kartu Kuning (Tanda Pencari Kerja AK-1)

Cara Dan Syarat Membuat Kartu Kuning (Tanda Pencari Kerja AK-1) by iba.web.id

Kartu tanda pencari kerja sepertinya hal wajib yang harus dimiliki jika kita ingin melamar sebuah pekerjaan. Memang tidak semua pekerjaan  membutuhkan kartu Ak-1 ini, hanya untuk pekerjaan-pekerjaan bersifat 'formal' saja, seperti menjadi abdi negara (pegawai negeri sipil) dan karyawan di sebuah perusahaan swasta.
Saya membuat kartu kuning (tanda pencari kerja ) pada September 2013 untuk keperluan lamaran pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil.

Sebenarnya, mengapa harus menggunakan kartu kuning untuk melamar pekerjaan? Bukankah rasanya kartu tersebut tidak terlalu 'penting'? Well, kartu tanda pencari kerja dibuat di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Jika Anda membuatnya, maka nantinya mereka akan menggandakannya sebanyak 5 lembar, kemudian dilegalisir.

Jika Anda melamar pekerjaan maka Anda akan melampirkan satu kopian kartu tanda pencari kerja ini. Jika Anda diterima, maka perusahaan/tempat bekerja akan mengembalikan kopian tersebut ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja yang mengisyaratkan bahwa Anda telah bekerja. Yup, kartu tanda pencari kerja semacam indikator untuk menghitung jumlah pekerja di Indonesia.

Saya membuat kartu kuning di Kabanjahe, Sumatera Utara. Mereka memang tidak memungut biaya, petugas hanya mengatakan "Harga tidak dipatok, terserah mau diberi berapa". Nyatanya, saya melihat  ketika ada seseorang yang memberikan Rp 5.000, maka petugas mengatakan "Kalau begini, lebih baik tidak usah dibayar." Sebuah ungkapan bahwa mereka meminta pungutan yang lebih. Akhirnya, si seseorang tersebut menambah bayaran uang pungutan tersebut. Sebuah paksaan!

Saya sendiri membayar si petugas Rp 20.000. Sebenarnya bisa saja membayar 10 ribu atau 15 ribu, tetapi saya tidak punya uang pas.

Saya sempat membaca berita running text di sebuah channel berita TV nasional yang menyatakan bahwa pemerintah tidak memungut biaya pembuatan kartu pencari kerja. Namun, oknum diluar sana lebih mengkhendaki kepentingan pribadi dibandingkan pelayanan publik. Dasar!

Cara Dan Syarat Membuat Kartu Kuning (Tanda Pencari Kerja AK-1)
Syarat Membuat Tanda Pencari Kerja

Adapun syarat membuat kartu kuning (tanda pencari kerja,-Ak-1) :

  1. Fotocopy ijazah dan transkip nilai : 1 lembar
  2. Fotocopy KTP : 1 lembar
  3. Pas Foto 3 x 4 : 2 lembar
  4. Map : 1 lembar
Syarat membuat kartu kuning (tanda pencari kerja,-Ak-1 diatas saya dapatkan di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sangat disarankan untuk membawa pulpen karena akan ada formulir yang harus diisi.

Cara Dan Syarat Membuat Kartu Kuning (Tanda Pencari Kerja AK-1)
pembuatan kartu tandapencari kerja 
Terakhir, saya harap pungutan-pungutan liar seperti yang dilakukan oknum dalam tulisan ini bisa ditindak dan diMUSNAHKAN. 

21 komentar

click to leave a comment!

September 15, 2013 at 6:00 PM Delete comments

slamat mlm sobat trmksih banyak sob atas infonya

Reply
avatar
September 15, 2013 at 8:27 PM Delete comments

dlu sempat buat tp lama banget.., klo gk salah thn 2007..., dan klo gk salah dlu tuh msh gratis...

Reply
avatar
September 15, 2013 at 8:37 PM Delete comments

Iya memang benar bahwa Tanda Pencari Kerja AK-1 sangat penting untuk dilampirkan ketika kita hendak melamar pekerjaan baik di perusahaan ataupun instansi pemerintahan :)

Reply
avatar
September 15, 2013 at 10:36 PM Delete comments

wah aq pakai gini an apa ga ya, lupa aq hehe...

Reply
avatar
September 15, 2013 at 11:11 PM Delete comments

Hmmm, gitu ya sob.. beda tempat mungkin beda pungutan hehehe..
tapi bagus banget nih info, makasih ya!

Reply
avatar
September 16, 2013 at 2:17 AM Delete comments

Makasih infonya sob, siap-siap mencari kerja baru hehe...

Reply
avatar
September 16, 2013 at 7:52 AM Delete comments

hmmm....
saya udah pernah bikin kartu kuning yg sekarang udah gak kuning lagi....

by the way, banner atas blog dengan tulisan Sabda Awal kayak fungsi freeze pada excel...

Reply
avatar
September 16, 2013 at 8:59 AM Delete comments

yang kayak gini nih, yang perlu dibasmi,... kayaknya bukan mas sabda aja yang mengalami hal kayak gini, ada puluhan bahkan ratusan.. sebenarnya sih uangnya gak seberapa ? tapi itu tetep memalukan, dan yang paling membuat saya terheran - heran sampai gak bisa tidur satu hari satu malam... yaitu kenapa cara kotor kayak gini malah tumbuh subur..gak yang berani lapor termasuk saya hahah... harga diri mereka cuma bernilai 15 ribu.. wkwkw
nice post.. terima kasih

Reply
avatar
September 17, 2013 at 2:59 AM Delete comments

Ini nih yang sedang dicari banyak orang saat ini, termasuk saya, hahaha

Reply
avatar
September 17, 2013 at 10:33 AM Delete comments

oh iya, memang benar, jumlahnya ngga seberapa, tapi integritas mereka hanya senilai dengan uang yang diberikan

Reply
avatar
September 18, 2013 at 6:48 AM Delete comments

Itulah sebagian dinamika dalam pelayanan publik. Pelayanan publik memang harus transparan, bebas dari pungutan liar, cepat, tepat, dan prima. Namun situasi dan kondisi di lapangan dapat berbeda seperti apa yang kita harapkan. Membangun komitmen dan budaya bersih membutuhkan waktu dan tahapan. Indonesia Bisa! Salam cemerlang. Selamat dan sukses buat Admin Sabda Awal.

Reply
avatar
September 24, 2013 at 8:55 AM Delete comments

Terima kasih banyak informasinya mas, saya juga baru tau tentang AK-1 ini mas, soalnya mulai dulu belum pernah minta :)

Reply
avatar
February 6, 2014 at 11:20 AM Delete comments This comment has been removed by the author.
avatar
February 6, 2014 at 11:22 AM Delete comments

Trimakasih atas informasinya...salam.

Reply
avatar
April 6, 2014 at 7:27 AM Delete comments

wah aku baru baca yang ini bang, september 2013 aku juga bikin kartu kuning di Cibinong, Bogor. dan ga dipungut biaya apapun. pelayanannya cukup memuaskan walaupun harus antri :)

mungkin karna beda tempat ya, uang ga seberapa jadi bikin citra buruk di instansi tertentu.

Reply
avatar
April 26, 2014 at 4:44 PM Delete comments

kalo blom muncul ijazah,nya mas,.,.???

Reply
avatar