Tuesday, September 24, 2013

Ini Tentang Perasaan

Ini Tentang Perasaan by iba.web.id


Masih ada yang tertarik dengan curhat?  Ya, curhat seseorang yang memiliki prinsip tidak pacaran sebelum menikah, tetapi dia memiliki perasaan kepada seorang wanita. It must be really complicated!

Jika menikah, maka dia memiliki halangan untuk ibadah suci itu, karena belum siap secara lahir dan mental. Dia pemuda 19 tahunan yang rentan labil sebagaimana remaja pada umumnya. Kadang goyah, kadang pula tegar.

Sosok dia dahulu seperti remaja kebanyakan. Punya rasa tertarik kepada lawan jenis, lalu pacaran dan seterusnya. Namun, hal itu berubah sejak sebuah prinsip tumbuh dalam sanubarinya,-tidak pacaran sebelum menikah. Hal ini tidak terjadi dengan tiba-tiba. Ada banyak wejangan agama yang sampai kepada dirinya, dari ustaz hingga perkumpulan kecil yang biasa disebut sebagai rohis.

Entah bagaimana, beberapa orang mulai curhat kepada dirinya melalui facebook. Curhat tentang pacar, curhat tentang perasaan kepada seseorang, curhat tentang diri yang ingin mencoba pacaran, padahal dia tidak kenal dengan mereka (kita tahu teman facebook itu bisa siapa saja dan darimana saja yang tidak kita kenal). Sejenak dia berubah menjadi seorang konsultan asmara.

Dengan sedikit pengalaman yang ia miliki, ia mulai menasehati mereka, dengan beberapa pilihan realistis, menyisipkan prinsip tidak pacaran sebelum menikah, dan sedikit petuah agama. Berhasil! Seluruh kliennya merasa puas dengan konsultasi dadakan ini. Mereka memberikan respon positif.

Sampai suatu ketika, dia mendapati seseorang wanita (tidak terlalu kenal) yang baru putus dari pacarnya. Kemudian, dia membantu menyemangati agar tetap move on (masih melalui facebook) dan menyelipkan prinsip tidak pacaran sebelum menikah. 

Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat. Entah bagaimana dia dulu memulainya. Hingga timbullah perasaan yang sama pada keduanya. Dia lupa, dia lupa dengan prinsipnya, dia lupa dengan wejangan agama yang sampai kepadanya, dia lupa bagaimana mengontrol perasaannya seperti dahulu. Dia mengkhianati dirinya sendiri, dia memulainya dan berlanjut hingga terlalu jauh. Padahal ini tidak terjadi pada 'klien' yang sebelumnya.

Walaupun dia memiliki perasaan kepada wanita tersebut, namun dia tetap bertahan untuk tidak pacaran. Berhasil hingga saat ini dan InsyaAllah seterusnya. Baginya memiliki orang spesial melalui pacaran itu tidaklah berarti apa-apa. Hanya angan-angan kosong belaka. Dia sudah berpikir untuk segera membatasi hubungan tersebut, tetapi terkendala karena hal ini sudah terlalu jauh. Dalam sebuah kesempatan, mereka akan bertemu di tempat A, sebuah kesempatan yang langka karena mereka dipisahkan oleh pulau yang berbeda.

Dia khawatir akan menyakiti si wanita, sebagaimana yang dia lakukan dahulu (ketika masih pacaran, putus tiba-tiba karena prinsip itu muncul).

Hari berikutnya, sebuah kabar baik datang. Melalui chatting, dia mencoba 'mengolok' wanita tersebut.

Wanita : nanti aku berdua dengan teman ke tempat A nya
Dia : Nanti bakalan dikenalin ke temannya kan?
Wanita : Hadeuuh _ _"
Dia : Ga ah, niatnya bukan ketemuan sama temannya
Wanita : Ga apa-apa lho, aku ikhlas. Sekarang lumayan bisa mengolah perasaan dengan lebih baik

"Sekarang si wanita sudah bisa mengolah perasaan dengan lebih baik"

Dia bangga dengan keadaan wanita  tersebut yang saat ini  telah mampu mengolah perasaannya. Dia mulai berpikir, ini adalah waktu yang tepat untuk membatasi hubungan ini. Dia akan melepaskan wanita tersebut. Lalu, dia membatalkan janji untuk bertemu di tempat A. Ternyata, wanita tersebut kecewa, mungkin kecewa berat.

Dia merasa bersalah. Dia tidak menjelaskan apapun atas pembatalan janji tersebut. Sampai akhirnya dia mulai berpikir lagi dan memutuskan untuk menepati  kembali janji tersebut dan akan menjelaskan alasan dari semua ini pada saat bertemu nanti.

Wanita tersebut bertanya apakah dia bisa memberikan alasan tersebut saat ini saja? Maka, dia menjelaskannya dengan cukup jelas dan membuat wanita mengerti dan tidak kecewa lagi. Percakapan menjadi encer, setelah acara 'terus-terang' tersebut. Di akhir wanita menasehati dia :

"Saat ingin memberikan suatu keputusan kepada wanita (tepatnya), tolong berikan juga alasan dan penjelasan,agar ia tidak down"


Nah, beginilah akhirnya. Sekarang wanita sudah tahu isi hati si dia, maka dapat dipastikan rencana membatasi hubungan akan berjalan dengan baik.

Terimakasih sahabat blogger yang sudah mau membacanya \^_^/

21 komentar

click to leave a comment!

September 24, 2013 at 11:19 AM Delete comments

setan iti sangat licik.. alhamdulillah si lelaki bisa menahan diri dan tidak terjerumus dalam jebakannya..

Salam kenal

Reply
avatar
September 24, 2013 at 11:22 AM Delete comments

dia nya mas sabda ya?
jdi konsultan/dokter cinta?
boleh dunk saya konsultasi juga,,,,

prinsip yg baik mas,,,,
moga juga mendapatkan apa yg mas sabda inginkan kelak,,,,,,
mudah"an tetap istiqomah
amin

Reply
avatar
September 24, 2013 at 11:22 AM Delete comments

aku tau siapa dia.. yang berusia 19 tahun..
si adminnya blog ini ya ahaha :p kidding maap kalo salah #salaman :D

saya suka loh sama tulisanmu tentang pacar[an].

Reply
avatar
September 24, 2013 at 1:40 PM Delete comments

sebagai seorang lelaki, tertarik pada lawan jenis itu wajar - wajar saja...
kadang juga pengen ikut ikutan kayak orang lain yang punya pacar, kayaknya enak gituh hahah.... tapi disisi lain kita gak mungkin juga keluar atau meninggalkan prinsip itu,... -_-

Reply
avatar
September 24, 2013 at 2:08 PM Delete comments

keren juga ya curhatnya, enak untuk dibaca sampai akhir, soalnya penasaran banget hehehe :D

Kataganti "dia" yang membuat saya penasaran hehehe :D

memang begitulah sebuah prinsip yang sudah dipegang teguh oleh seseorang. pasti ada cobaan disuatu hari tiba. sehingga orang tersebut diuji apakah bisa mempertahankan prinsip tersebut, dalam hal ini adalah "tidak pacaran sebelum menikah".

mungkin ini adalah ujian kecil-kecilan yang diberika oleh yang diatas. mungkin bisa saja suatu hari nanti ada ujian yang lebih berat lagi. keep spirit to save your prinsip :)

Reply
avatar
September 24, 2013 at 3:37 PM Delete comments

pasti wanita itu juga merasa bersalah karena membuat abang galau, semangat bang :)

Reply
avatar
September 24, 2013 at 5:38 PM Delete comments

wanita itu hanya butuh penjelasana saja. Saya kira lelaki itu kamu sob

Reply
avatar
September 24, 2013 at 7:59 PM Delete comments

kalo saya sudah punya calon istri, tapi saya akan bertemu dengan calon istri saya jika saya sudah mencapai impian saya, jadi seperti di anime bakuman gitu, hehe. ^_^

Reply
avatar
September 24, 2013 at 11:21 PM Delete comments

Mendoakan semoga dia istiqomah dengan prinsipnya.

Reply
avatar
September 25, 2013 at 12:08 AM Delete comments

itulah kehidupan mas, ada hal-hal yang kadang membuat komplicated, tapi kalau diselesaikan dengan cara yang bijak semuanya akan menjadi baik, pengalaman pribadi yah mas hehe...

Reply
avatar
September 25, 2013 at 12:49 AM Delete comments

Weleehhh jadi ikut2an curhat juga, itu sapa mas ?
Hebat bisa ajak orang mengikuti aturan agama :)
Salam aja dari saya buat orangnya :)

Reply
avatar
September 25, 2013 at 3:49 PM Delete comments

luar biasa....semoga prinsip terpegang dan menjadi pegangan sampai terwujud :)

Reply
avatar
September 26, 2013 at 2:17 PM Delete comments

wanita emang mudah galau dan labil jika dia dihantam masalah yg tidak jelas sebab musababnya karena dia hanya bisa memahami bukan memberi pengertian....

Reply
avatar
September 28, 2013 at 6:07 PM Delete comments

boleh..boleh.., yuk dikonsultasikan, heheh..

amiin, InsyaAllah

Reply
avatar
September 28, 2013 at 6:10 PM Delete comments

memang sulit. Bener, keinginan untuk pacaran itu ada. beginilah jadinya, semakin teguh pegang prinsio, semakin besar cobaan itu datang..

Reply
avatar
September 28, 2013 at 6:11 PM Delete comments

ia mbak, bisa jdi kedepannya akan ada ujian yang lebih berat :)

Reply
avatar
November 10, 2013 at 2:01 PM Delete comments

itulah perasaan halus yg kadang terurai oleh cinta. apakah cinta yg salah ??? ataukah manusia itu sendiri yg salah ??? kesalahan ada pada hati yang senantiasa mengambang. bkn pda hakikatnya ia berlabuh. namun tetap pada prinsip yg selalu diuji coba ... :)
waaah, bleh juga nih... berbage ilmu dgn mas sabda...

Reply
avatar