Friday, September 13, 2013

Pengalaman Mengunjungi Monas

Pengalaman Mengunjungi Monas by iba.web.id

Hari minggu 8 September 2013, pesawat yang aku tumpangi mendarat di bandara Soetta. Jam sudah menunjukkan pukul 23.20, waktu yang tepat untuk melihat kehidupan malam di kota metropolitan ini. Rasanya masih tidak percaya menginjakkan kaki di ibukota yang penuh daya tarik. Tujuanku kemari, bukan untuk mengadu nasib, melainkan keperluan pemberkasan untuk menjadi seorang pegawai negeri.

Kami berlima dengan teman yang lain, berangkat dari Medan yang memakan waktu tempuh selama 2 jam. Menyewa sebuah taxi untuk mengantarkan kami ke tempat penginapan. Sepanjang perjalanan aku memandangi jendela, papan iklan yang besar, gedung yang tinggi, dan fly over yang ada dimana-mana. Rasa kantuk sudah menyerang, tetapi mata mencoba bertahan demi melihat keadaan Jakarta.

*cukup sekian tulisan bergaya fiksinya*

Udaranya lebih panas ketimbang Medan. Pernah suatu sore hujan. Setelah reda dan tersisa awan mendung yang menutupi mentari, udara tetap panas. Cukup gampang memaksa tubuh saya untuk terus berkeringat. Saya tinggal di Jakarta Timur, Rawamangun, di Pisangan Lama, dekat Kantor Bea Cukai (Jalan Ahmad Yani) bersama ke empat rekan lainnya. InsyaAllah akan tetap di Jakarta sampai tanggal 27 September nanti.

Tidak afdhal rasanya ketika sudah di Jakarta tidak mengunjungi monas. Maka, kami pun mengunjungi monas pada malam hari. Sungguh sangat tidak mengira, kepergian kami menghabiskan waktu 3 jam lebih. Berangkat jam 4 sore, sampai di Monas jam 7 malam lewat. Banyak waktu habis ketika menunggu busway dan antrian yang cukup panjang. Ini karena kami berangkat saat jam pulang kantor.

Pengalaman Tinggal Di Jakarta
Coba tebak saya yang mana?
Di Monas saya membeli kaos berlogo khas Jakarta untuk oleh-oleh orang rumah. Saya juga sempat membeli kerak telor, makanan khas ini cukup membuat saya penasaran sejak dulu. Ternyata rasanya tidak cocok dengan lidah saya, cukup lama dan berat menghabiskan satu porsi kerak telur berharga Rp 15.000 tersebut.

Mata saya terusik dengan kehadiran waria yang tersebar dengan membawa sebuah loadspeaker yang memutar musik dengan keras. Mereka mampir ke pengunjung lalu menari dihadapannya. Salah satu waria sempat menghampiri kami, lalu saya menolaknya dengan lembut. "Maaf ya mbak", agak canggung memanggil dia dengan sebutan mbak.



Dua orang rekanku yang datang duluan ke Monas menghadapi masalah dengan Seorang waria. Mereka dibentak-bentak dan di caci maki. Setelah menyimak yang terjadi, akhirnya diketahui bahwa ketika si waria menghampiri mereka, disaat itu juga mereka menghindar pergi. Si waria merasa tidak dihargai. Sedangkan rekanku sendiri ketakutan ketika berjumpa dengan waria.

Ada juga pengamen dengan setelah rapi dan sebuah gitar. Beberapa orang anak mengenakan ondel-ondel. Mereka terkesan memaksa saya untuk meminta uang.

Ada banyak pedagang yang menjual beragam kaos, topi, mainan kunci monas, dan masih banyak lagi. Ada juga jasa peminjaman sepeda, pembuatan foto, bahkan sampai refleksi kaki, urut serta ramal!

Saya sempat menyaksikan seorang pemuda yang hendak buang air kecil di taman Monas. Padahal pemerintah sudah menyediakan toilet umum.

Harga botol mineral ternyata lebih mahal di dalam monas. Harga yang biasanya Rp 3.000 menjadi Rp 5.000.

Inilah pengalaman saya ke Monas. Menarik dan berharga.


30 comments :

  1. selamat datang di jakarta kak.
    kalo saya ga pernah ke monas walau tinggal di pulau jawa -_-

    ReplyDelete
  2. Saya ke JKT cuma lewat aja mas, ketika perjalanan ke Lampung.

    Namun melihatnya di balik bus gede pun terasa kemeriahannya.

    Bangga bisa melihat Ibu Kota.

    ReplyDelete
  3. Dek lagi di Jakarta? Maen lah ke Bintaro, kampus STAN. :)

    ReplyDelete
  4. Monas walau pun malam terlihat tetap indah.

    Salam wisata

    ReplyDelete
  5. Kurang lengkap rasanya ke Jakarta bila belum mengunjungi Monumen Nasional. Namun tampaknya kenyamanan pengunjung agak berkurang dengan aktifitas para pengamen, waria, pemain ondel-ondel, dan sebagainya. Sebenarnya asal tidak memaksa, suara dan petikan gitar yang menarik, tarian yang spesial, dan bersikap santun tentu para pengunjung merasa nyaman tidak terganggu. Selamat berada di Ibukota Jakarta. Bahagia selalu bersamanya. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
  6. Waaahhh.. saya bolak balik ke monas belum foto seindah itu.

    ReplyDelete
  7. saya dulu ke jakarta cuma lewat saja mas, ndak sempat berkunjung ke monas

    ReplyDelete
  8. wah asyik ya bisa melihat-lihat monas. saya malah belum pernah lihat monas mas secara langsung. kalau lihat di tivi sih sering banget heheheeh :D

    ReplyDelete
  9. ehmmm, belum pernah kesono sayahhhh

    ReplyDelete
  10. hahaha.. wariaa, kabuuuuur
    aq aja ke monas tp belum pernah naik hihihi..

    ReplyDelete
  11. Memang blm afdol sama belum syah datang ke jakartanya...kalo bertandang ndak mampir liat monas.... :)

    welcome....di Ibu kota..

    ReplyDelete
  12. cie yang dari Medan ke Monas..kapan gue bisa ke Medan yak @.@
    blognya makin keren dan look professional nih, bagus!!
    doain bisa ke medan juga yak, mumpung muda :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. datang lah ke Medan, terbuka lebar kok..

      Amiin, semoga bis amain ke sana kunjungi danau Toba

      Delete
  13. keren, om
    aku yang punya kantor di jakarta saja belum pernah masuk ke monas. baru nyampe pagernya doang kalo ke stasiun gambir, hehe

    ReplyDelete
  14. Haha .. ketemu waria gak bakalan kelupaan tuh ... ya dia kan nyari makan doang gak bakalan macem-macem lagian negara kita negara hukum malah dihindari.

    Iya Jakarta itu panas dan sumpek banyak debu kalau sudah terbiasa dengan keadaan desa harus menyesuaikan ...

    Gue waktu ke jakarta cuma lihat monas lewat busway gak sempat lihat-lihat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. barita baiknya, cocok sama udara jakarta yang panas... ^_^

      Delete
  15. wah mahal juga yah jajanan di monas, tapi bagus juga tuh monas diwaktu malam saya malah belum pernah ke monas hehe...

    ReplyDelete
  16. "Maaf ya Mbak"
    hehehe...
    Kalo pinjam sepeda di Monas berapaan sab?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 20ribu/sepeda, kami pinjam 3 sepda ditawar jadi 50ribu

      Delete
  17. ciyeee yang ke monaaas ..
    ibukota emang kadang lebih jahat dari ibu tiri kak wkwkwk
    banyak banci2 terus penjahatnya juga

    kak ikutan Giveaway aku dooong kak

    ReplyDelete
  18. hahah... selamat, kena bentak waria, seharusnya jangan pergi begitu aja ? pastinya mereka merasa tersinggung,,, di kasih gope aja pasti mereka pergi ... wkwkwk, jadi yang mau pergi ke monas, siap - siap bawa uang gope, buat ngusir para waria... heheh, pengalaman yang indah dan sangat mengharukan.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, itu pemgalaman rekan saya. ini karena salah satu dari mereka takut jumpa waria, semacam trauma makanya langsung kabur

      Delete
  19. Keren juga iklan teks nya mas hehehe :) Saya dulu pernah pasang iklan itu juga tapi sudah saya copot. Nanti kalau trafik nya sudah tinggi seperti blog anda, insyaAllah mau pasang lagi. Siapa tahu ada yang minat ber-iklan di blog saya hehehehe ngarep dot com :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, terimakasih... trafik blog saya masih kecil kok mbak, malahan saya yakin kalau trafik blog mbak jauh lebih tinggi

      Delete
  20. Suaranya Bung Karno seaktu membacakan tek proklamasi di putar ?......

    ReplyDelete
  21. kpn y aq bisa lihat monas lngsung bukan lwat fhto atau TV hehehe.

    ReplyDelete
  22. asik dong maen ke monas, deket lah dari rumah di bekasi hehehe :D

    ReplyDelete