Sunday, October 6, 2013

Ternyata Begini Orang (Pulau) Jawa Berdagang

Dulu sewaktu 2 minggu di Jakarta, saya menyempatkan diri mengunjungi kakak sepupu yang tinggal di Serang. Waktu tempuh perjalanan 4 jam,- 2 jam macet + 2 jam bus berjalan.

Mereka mempresentasikan produk layaknya sales profesional

Menaiki sebuah bus dengan tulisan ARIMBI di sisinya. Awalnya merasa biasa saja. Sama seperti bus yang pernah aku tumpangi di Medan. Tetapi, mulai merasa aneh ketika pedagang menjajakan dagangannya. Anehnya itu, sebelum berdagang, mereka persentasi produk di depan pengunjung. Layaknya sales profesional. Lalu, membagikan produk tersebut ke masing-masing penumpang agar bisa melihat produk secara langsung. Kemudian, mereka mengutipnya kembali.

Ada yang jualan senter, buku, cincin, sendal akupuntur, mainan anak dan lainnya. Ternyata orang-orang disini lebih pandai dari orang sumatera (khususnya Medan, dalam hal berdagang di dalam bus hehehe)

salah satu pedagang bus
Ada juga pedagang jeruk dan apel. Saya salut dengan sistem dagang yang digunakannya. Pertama, si pedagang jual 20 buah  jeruk dengan harga Rp 20.000. Beberapa orang membelinya, setelah tidak ada pembeli lagi dia menaikkan penawarannya. 25 buah jeruk tetap dengan harga Rp 20.000, terus naik sampai 30, 35 hingga 40 buah jeruk  masih dengan harga Rp 20.000. Saya yakin, pembeli pertama yang cuma dapat 20 buah jeruk pasti menyesal, whahaha.

Nah, kalau sobat semua sedang diperjalanan Jakarta-Serang, harus sabar untuk membeli buah, biar dapat harga yang murah.

Begitu juga dengan musisi jalanan yang ngga kalah kreatif. Mereka melakukan sapaan kepada para penumpang, menyanyikan beberapa buah lagu, bahkan diselipkan dengan interaksi dan candaan. Karena cukup menghibur saya ikut memberikan uang untuk mereka. Ini dia rekamannya.


20 comments :

  1. hahaha memang begitu, semoga terhibur wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Asyik juga ya lagu nya hhehehe Pakai gitar kecil untuk nyanyi menghibur penumpang bus di perjalananan. Pengalaman yang sangat menarik Mas :)

    ReplyDelete
  3. Wah, kalau saya dulu hampir ketipu. pas di kasih saya kira gratis. beruntung ada teman yang kasih tahu kalau itu akan di ambil lagi.. katanya kalau terlanjur buka atau makan berarti hars bayar.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan penipuan mas, tapi teknik berdagang, hehe

      Delete
  4. thanks mas bro buat tips untuk membeli buah jeruk di dalam bus... heheh saya jadi tau,,,, teknik berdagang si tukang jeruk aneh juga yah...

    ReplyDelete
  5. lagu nya enak juga, tangan diatas. ^^

    ReplyDelete
  6. Loh ... baru pertama kali di Jawa.
    Bukannya kampus STAN ada di pulau Jawa?.
    Sudah terbiasa dong dengan pengamen begitu. Jakarta banyak juga pengamen. Cuman itu tadi di Jawa tepatnya Tengah #Halah Jawa Tengah. Memang punya ciri khas begitu.

    Sales Jawa sama kayak sales di Bali tepatnya di Pasar Sukowati. Kalau soal harga baru pertama kali lihat sistemnya begitu. Sekali lirik jadi korban serba salah, haha ... XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. STAN pusat di Jakarta, cuma belum pernah naik bus umum di jakarta. Kalau pengamen udah biasa, yang beda itu kan pedagangnya

      Delete
  7. ow gtu ya, baru tau ane sob meskipun ane sndiri orang jawa,

    ReplyDelete
  8. Hahahaha saya juga pernah ngelakuin hal itu :D

    ReplyDelete
  9. kalo kebetulan naik bus itu, aq cuma nyobain yg gratisan bang. tapi ga beli hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang begini aja 5 orang... bangkrut orang dagang.

      Delete
    2. lha di tawari kok mak, silahkan dicoba mas.. ya ambil aja ^_^

      Delete
    3. bener mas, emang ditawari lho

      Delete
  10. dimana2 emank org jawa, padang dan makassar itu jago bisnis... *smile

    ReplyDelete
  11. Saya termasuk pulau jawa dong.. hehe

    ReplyDelete
  12. yah..namanya juga usaha, berbagai cara dilakukan, tapi jangan kaget kalau kunjung ke Lampung, harus hati-hati dan waspada..salam blogger Lampung

    ReplyDelete