Wednesday, August 6, 2014

Menguasai 4 Bahasa Daerah, Buat Apa?

Menguasai 4 Bahasa Daerah, Buat Apa?

Siapa yang tidak senang dengan menguasai banyak bahasa? Jangankan bahasa asing, bahasa daerah saja bisa memberi banyak manfaat untuk kita. Lihatlah bagaimana orang-orang akan lebih akrab jika mereka berasal dari daerah yang sama atau bahasa yang sama. Pasti lebih akrab dan lebih nyambung kan?

Keuntungan lainnya, otak kita bisa bekerja lebih maksimal, daya tangkap yang lebih cepat, kemampuan dalam bersosial, dan lain sebagainya.

By the way, saya menguasai 4 bahasa daerah, tapi itu dulu. Saat ini masih tetap mengerti ke-4 bahasa daerah tersebut, sayangnya lidah saya kesulitan mengucapkannya. Hanya sebatas mengerti apa yg orang lain katakan saja. Sesekali dengan gagap saya mencoba menanggapi dengan bahasa daerah pula.

Ini saya sebut sebagai sebuah keberuntungan. Kemampuan ini tidak lepas dari peran orangtua, lingkungan dan tempat. 

Terlahir sebagai anak blasteran, ayah bersuku aceh dan ibu jawa, tidak membuat saya bisa berbahasa aceh pada awalnya. Jawalah yang paling dominan, dimulai dari para tetangga bersuku  jawa, saudara lewat ibu juga begitu, terlebih ibu saya sesekali menggunakan bahasa jawa. Tidak seperti ayah saya, yang selalu menggunakan bahasa indonesia dalam percakapan keluarga. 

Uniknya keluarga kami tinggal di Karo,-sebuah kabupaten di Sumatera Utara. Dengan tumbuh dan besarnya disana maka secara alami bahasa Karo melekat pada lidah kami. Bahkan ada abang saya yang sekarang terlihat seperti suku Karo, ingat padahal ia adalah aceh jawa.

Saya merasa paling beruntung, karena sempat merasakan tanah Rencong selama 5 tahun dengan orangtua dan 1 abang saya. Dulunya, daerah asal ayah menjadi misteri bagi saya. Kini tidak lagi, selama di Aceh saya bisa memahami 2 bahasa daerah sekaligus, yaitu bahasa Aceh dan Aneuk Jamee. Bahasa Aneuk Jamee sangat mirip bahasa Padang, jadi saya lebih sering mengklaim bisa berbahasa Padang.

Yah, waktu berubah. Saya kini tinggal di Medan. Di kota metropolitan ini mayoritas berbahasa Indonesia. Seiring berjalanannya waktu, bahasa yang saya kuasai mulai luntur. Banyak kosa kata yang hilang begitu saja. Berbeda dengan Ayah saya yang bisa berahasa Aceh, Aneuk Jamee dan Karo dengan sangat lancar.

Padahal dulu saya merasa sangat bangga menjadi bagian pelestari bahasa daerah. Banyak orang diluarsana yang seperti saya. Anak-anak yang tumbuh dengan tidak memiliki identitas kesukuan. Salah satunya tidak menguasai bahasa daerah. Penyebabnya, bisa jadi karena orangtua menggunakan bahasa Indoesia dalam percakapan sehari-hari atau sama sekali memang tidak bisa berbahasa daerah. Belum lagi bahasa Asing yang ikut 'menyerang'.

Kepala Bidang Peningkatan dan Pengendalian Bahasa Sugiyono, memperkirakan pada penghujung abad 21 ini hanya sekitar 10% saja yang akan bertahan. Dari 756 bahasa daerah kemungkinan akan tiinggal 75 saja. Dalam teorinya ada karena peperangan, bencana alam, dan yang paling utama adalah urbanisasi dan pernikahan antar etnis. Sementara itu, pernikahan antar etnis akan memilih bahasa Indonesia sebagai penghubung komunikasi yang baik.(Sumber: voaindonesia.com 2011)

Pengamat Bahasa dari Universitas Atmajaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo mengatakan bahwa orangtua enggan menggunakan bahasa daerah karena beranggapan untuk maju anak harus bisa berbahasa nasional. Padahal perbedaan harusnya menambah kekayaan bahasa anak. Dari orang tua yang berbeda suku anak bisa berkesempatan belajar dua bahasa daerah sekaligus.(Sumber: voaindonesia.com 2011)

Sangat dianjurkan agar setiap orangtua terbiasa menggunakan bahasa daerah dirumahnya. Kementrian Pendidikan juga harus turut berkontribusi dengan mewajibkan setiap siswa menguasai bahasa daerah lewat mata pelajaran sekolah agar tidak punah.
Terakhir, pada tulisan kali ini saya mengajak kita semua untuk menjadi seorang  Pahlawan. Menjadi pahlawan atas bahasa daerah sendiri. Jangan sampai ini semua hilang karena kesalahan kita . Mari menjaga dan bertanggung jawab atas suku kita masing-masing.

5 comments :

  1. Itu tandanya kamu bisa semakin cinta Indonesia dengan mengenal Indonesia lewat bahasanya :)

    ReplyDelete
  2. keren banget bisa berbagai bahasa , kalo saya cuma bisa bahasa sunda , jawa sama indonesia aja itu juga masih belepotan hehehe

    ReplyDelete
  3. bahasa cinta juga harus dipelajari itu mas sabda hehehe

    ReplyDelete
  4. Bahasa daerah itu seperti bahasa ibu, bahasa yg paling awal yang dipelajari si anak. Semoga para orang tua mananamkan ya kepada anaknya

    ReplyDelete