Saturday, November 12, 2016

Muda Dan Jago Atur Uang!


Muda Dan Jago Atur Uang!,- Sering yang tanya saya, "kegiatannya apa?". Saya jawab kerja. Di usia yang masih muda sudah bekerja. Bahkan seusia saya masih ada yang kuliah, nunggu wisuda dan sedang cari kerjaan. Sekarang saya umur 23, usia normal pekerja bukan? Tapi saya mengawalinya 3 tahun yang lalu. Begitu lulus kuliah singkat, masa tunggu 1 tahun dan mulai berkarir saat umur 20 tahun.

Artikel kali ini jelas mau cerita soal money management. Mungkin setelah selesai baca ini kamu iri sama saya. Bukan soal cukup mendukungnya perkerjaan saya tapi tentang jago-nya saya dalam ngatur keuangan. Eh, tapi belum ada sih yang evalausi apakah keuangan saya beneran baik atau ngga, hehe. But i will tell you.

Mempersiapkan simpanan untuk masa tua adalah hal yang wajib. Apalagi kamu yang masih muda, bekerja dan tanpa pesangon pensiun. Saya himbau untuk mengatur uang dengan baik sejak dini. Biaya yang pasti menghadang anak muda adalah biaya pernikahan. Kita tahu, untuk resepsi pernikahan butuh biaya banyak. Belum lagi biaya tak terduga semisal kecelakaan. Sudahkah menyiapkan semua ini?



Saya merasa sudah dapat pencapaian yang luar biasa selama 3 tahun bekerja. Bukan soal besaran gaji saya, tapi karena manajemen keuangan yang bagus. Saya cuma punya 1 pekerjaan dan ngga punya penghasilan sampingan. Job review di blog ini ngga saya hitung, soalnya sebulan sekali aja belum tentu dapat :p
Kuncinya pada manajemen keuangan, bukan besarnya gaji!
Diawali dengan selesainya pendidikan kuliah selama 10 bulan,-D1. Di masa saya ada yang namanya moratorium,-ditutupnya penerimaan pegawai baru, jadi selama setahun saya pernah  kerja sebagai pelayan di rumah makan Padang dan bantu dagang kakak di pasar.

Kemudian moratorium berakhir, saya bekerja di Direktorat. Selama 9 bulan berstatus sebagai OJT (On Job Training) dengan penghasilan yang ngga full,- Rp 800.000/bulan. Saya ngecek*(minta tanpa rasa malu,bahasa Medan) ke kakak dapat Rp 200.000. So, selama masa OJT saya hidup perbulan sekitar Rp 1 juta. Ini masa sulit yang pernah saya alami, meskipun sebenarnya ada yang lebih sulit dari ini dimasa kuliah. Ini adalah tahun dimana saya banyak belajar tentang manajemen keuangan, semangat kerja dan belajar bersyukur.

Menabung
Langkah awal kesuksesan mengatur keuangan adalah menabung. Banyak yang menganggap remeh hal ini, apalagi mereka yang baru bekerja. Efek gaji pertama-lah, dinikmati dulu-lah, masih muda-lah dan seabrek alasan lainnya yang menghalangi mereka untuk menabung.


Yang muda memang suka hidup boros. Beli inilah, beli itulah, beli yang ngga penting sampai yang amat ngga penting pun dibeli. Mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Muda dengan kelabilan dan minim pengetahuan soal keuangan. Lebih enak check in di Path daripada menyimpan uangnya.

Menurut saya, ada 3 hal yang membuat orang kesulitan menabung. 

Efek Gaji Pertama 
Siapa yang ngga senang dengan gaji pertama? Gaji pertama itu istimewa lho. Gaji pertama adalah gaji yang pertama kita terima ketika baru bekerja. Aroma gaji pertama lebih menyengat untuk dihabiskan dengan segera. Jangan-jangan, sudah bikin daftar keinginan dengan gaji pertama itu ? 

Saya setuju jika gaji pertama itu dihabiskan.Mau dikasih ke orang tua, traktir teman-teman, beli barang yang diinginkan,dan lain-lain. Boleh! Saya menikmati gaji pertama dengan beli gadget, kirim ke orangtua dan traktirin kakak saya. Yang penting sisanya cukup untuk bertahan hidup sampai gajian berikutnya. 

Tapi ingat, kegiatan super hedon ini hanya berlaku pada gaji pertama. Yang dikhawatirkan efek gaji pertama ini berlaku untuk gajian yang ke 2, ke 3, bahkan sampai setahun. Nah, ini yang harus diwaspadai. Kebanyakan rekan-rekan memberlakukan efek gaji pertama di setiap gajian. 

Usia Muda
Pernahkah kamu berpikir, "Saya kan masih muda, nanti saja menabungnya. Masih banyak waktu". Hey, kita memang masih muda, tapi bukan berarti menunda-nunda. Malah sebagian dari kita membuat target nyeleneh,"Saya menabungnya pas umur sekian aja nanti." Giliran sudah umur sekian, ngga bisa menabung sama sekali. 

Gaya Hidup
Gaya hidup seseorang menentukan pengeluaran mereka. Nongkrong di cafe, makan di restoran, biasa beli baju branded dan lain-lain. Apalagi ketika belum bekerja mereka minta dari minta orangtua. Giliran bekerja, pasti gajinya ngga cukup untuk menutupi gaya hidupnya.

Diawal bulan mereka bisa lakukan semua itu, tapi akhir bulan sadar jika uangnya telah dihamburkan dengan percuma. Saya wanti-wanti yang suka hangout dan yang punya teman sering ngajakin kita jalan, jangan mudah terprovokasi. Kantong kamu ngga sedalam kantong mereka. Mereka bisa nabung, kamu ngga. 

Cara Agar Bisa Menabung
Nah, part ini akan membantu kamu yang sulit menabung. Saya membaginya dalam 3 langkah yaitu menghitung pengeluaran, buka 2 tabungan, dan metode pengambilan uang. Ketiga cara efektif ini saya lakukan hingga sekarang.

1.Hitung Estimasi Pengeluaran Sebulan 
Dimana-mana penghasilan harus lebih besar dari pengeluaran, kalau sebaliknya disebut dengan berhutang. Dari itu penting membuat estimasi pengeluaran selama sebulan. Buat aja list-nya dikertas, biaya sewa tempat tinggal, pakaian, makanan, transportasi, dan lain-lain. 

Dalam membuat perhitungan, kita harus memisahkan kebutuhkan primer dan sekunder. Bedakan pula mana barang/jasa yang dibutuhkan atau diinginkan. 

Primer : sewa, makanan, transportasi, pulsa dan jodoh *ops, yang terakhir abaikan. Bayangkan kalau ngga bayar sewa, kita mau tinggal dimana? Ngga makan? dan seterusnya. Maka kebutuhan ini dikategorikan sebagai primer. 

Hitung biaya bulanan
Sekunder : dikategorikan barang/jasa yang dikonsumsi untuk frekuensi 1-2 kali dalam sebulan. Misal, pakaian, buku bacaan, ngirim ke orangtua, makan di tempat mewah dan sebagainya.

Alokasikan juga untuk biaya tak terduga. Hitung jumlahnya dengan benar dan sedetail mungkin. Nah, jika sudah, tinggal dihitung selisih antara penghasilan dan pengeluaran. 

Penghasilan - Pengeluaran = Selisih 
Nah, setelah berhasil membuat list pengeluaran, kamu bisa ambil uang sesuai besarnya pengeluaran. Masukkan ke dalam amplop dan diberi keterangan "sewa kos", "makanan", "untuk mamak", "buku", "bensin" dan seterusnya.

Dijamin, cara ini ngga akan mengganggu uang yang ada ditabungan, karena semua dana sudah dialokasikan dengan baik.

2.Rekening Bank 
Kebetulan gaji saya dikirim via rekening. Bagaimana dengan gaji kamu? Masih tunaikah? Atau ditransfer? Saya anggap gaji kita sama-sama ditransfer.

Buka 1 rekening bank lagi! Rekening ini akan kita gunakan untuk menabung. Jadi, ketika kita menerima gaji, Selisih langsung ditabung. Langsung! Jangan ditunda. Rekening tabungan ini ngga boleh diganggu gugat kecuali alasan darurat. 

3.Mengabil Uang Perminggu 
Untuk biaya hidup sebulan sudah kita buat dalam list pengeluaran. Pasti kita tetap butuh uang pegangan bukan?

Misalkan uang pegangan adalah Rp 800.000,- dibagi 4 minggu. Jadi, dalam seminggu kita ngambil uang di ATM Rp 200.000 saja. Jangan langsung diambil ke Rp 800k-nya. Bahaya! 

Biasanya biaya yang saya tarik untuk seminggu itu bersisa. Nah, yang sisa saya gunakan sampai habis hingga hari di minggu berikutnya, setelah itu baru ambil Rp200.000 lagi. Secara ngga sadar, saya bisa jadi hemat. Tepat dalam pengambilan yang ke-4, uang saya masih bersisa beberapa ratus ribu lagi yang bisa digunakan untuk hari di bulan berikutnya.

Kemana Uang Saya?
Setelah 3 tahun kerja, saya jalankan tips menabung dan berhemat diatas. Perlu diingat, meskipun saya melakukan hal-hal tersebut saya tetap bisa nongkrong di cafe, beli buku, pakaian dan nonton bioskop dengan frekuesi "sometimes" bukan "always"

Investasi Tanah
Nilai investasi yang paling menguntungkan adalah tanah dan properti. Sangat saya sarankan untuk beli tanah atau rumah. Dalam 1 tahun nilainya bisa tumbuh sampai 50%. Memang untuk investasi yang beginian butuh budget yang cukup besar. Sebagian orang ngga mampu melakukannya. Tapi tenang saja, saya punya rekomendasi yang lain.

Saya lebih memilih investasi tanah diwaktu ada kesempatan. Pada 1 tahunan kerja saya berhasil beli sebidang tanah di kampung,- tempat orangtua tinggal. Kalau di kota saya pastikan harganya berlipat-lipat dan saya pasti ngga mampu. Itulah beruntungnya orang yang masih punya kampung. Makanya, kalau punya kampung jangan dijual ya, hehe.

Diawal tulisan saya katakan OJT selama 9 bulanan. Begitu status saya naik CPNS, gaji dan tunjangan 9 bulanan tersebut dirapel. Cukup untuk beli motor yang saya butuhkan sebagai alat transportasi. Sisanya saya simpan dan ditambah untuk membeli tanah tadi.

Dihampir 2 tahun bekerja saya membeli sebidang tanah lagi. Tapi kali ini dengan meminjam uang di bank. Kenapa saya lakukan? Karena saya punya KESEMPATAN membeli tanah tersebut. Ngga apa-apa toh berhutang, uangnya dialihkan ke investasi tanah bukan untuk hura-hura. Menurut tenor, tahun depan cicilan saya akan lunas.

Sementara, tabungan saya tetap ada. Hasil dari 3 cara menabung yang sudah saya jelaskan tadi. Tabungan tersebut akan saya gunakan untuk membangun rumah tahun depan. Lagi-lagi karena dikampung, InsyaAllah biayanya pasti cukup. So, InsyaAllah tahun depan cicilan lunas dan rumah untuk orangtua sudah jadi.

Next step, baru saya berencana KPR rumah di kota Medan. Yah, semoga saja DP-nya terkumpul. Ada beberapa temen yang beli motor bagus dan mobil, tapi saya ngga tertarik tuh. Soalnya saya memilih opsi yang lebih menguntungkan dalam bentuk investasi properti.

Sadar Kesehatan dan Hari Tua
Siapa yang tau apa yang terjadi dimasa depan? Terutama terkait kesehatan kita? Sekarang pengobatan semakin modern, termasuk jenis penyakit juga ikut-ikutan modern. Nah, kalau udah sakit, biayanya juga ngga sedikit. Kalau dipaksakan menggunakan isi tabungan yang ada bisa ludes bahkan ngga cukup.

2 polis saya

Sadar dengan hal ini saya mengambil salah satu produk unit link asuransi kesehatan dan jiwa, termasuk paket investasi didalamnya. Dengan harapan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka bisa memanfaatkan asuransi tersebut tanpa harus menganggu keuangan kita.

Menurut saya, asuransi ini produk yang menarik. Kita hanya perlu menyicil perbulan saja. Saya ambil contoh ekstrim, jika kita meninggal diusia muda apalagi yang sudah menikah, maka pihak asuransi akan memberikan sejumlah uang ke ahli waris. Asuransi jiwa,- jumlahnya cukup besar 100 juta-an. Tentu uang ini bisa membantu untuk keluarga yang ditinggalkan.

Jika kamu tertarik, saya rekomendasikan produk unit link yang didalamnya sudah termasuk asuransi jiwa, kesehatan dan investasi. Seperti produk asuransi yang saya ambil.

Jika sakit, kita dapat memanfaatkan asuransi kesehatannya. Biaya rumah sakit dan pengobatan dibayari atau diganti. Jika meninggal, asuransi jiwanya diterima oleh ahli waris. Sementara itu, nilai investasi tetap tumbuh yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Dimana lagi bisa dapat hal yang seperti ini?

Saya sangat merekomendasikan mengambil produk asuransi. Saya pastikan ini akan sangat bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk asuransi bisa didapatkan di website Sinarmas MSIG Life.


Investasi Lainnya
Polis Ivestasi
Tidak berhenti sampai disana. Untuk menggandakan keuangan pensiun, saya mengikuti program investasi. Saya mengambil polis full investasi yang dibayarkan setahun sekali. Meskipun bayarnya pertahun, saya tetap menyicil perbulan yang dikumpulkan dalam tabungan, agar tidak terlalu berasa ketika jatuh tempo.

Saham
kartu KSEI, bukti ikut nyaham
Dilanjutkan dengan ikut berinvestasi di pasar modal Indonesia. Saham. Yup, nilai saham tumbuh cukup tinggi dibandingkan produk lainnya semisal tabungan, deposito dan reksadana. Nah, kamu yang punya budget kecil dapat berinvestasi disini. Bahkan dapat dimulai dari Rp 100ribu saja. Saya sudah belajar saham 6 bulanan ini. Saya memilih menjadi investor daripada trader. Butuh waktu, fokus dan kemampuan analisa yang tepat untuk jadi trader, selain itu modal saya belum begitu besar.

Jika ditanya manfaatnya di dunia saham, jawabnya sangat bermanfaat. Pertahun rata-rata nilai saham mampu tumbuh hingga 30%, eittss asal punya pengetahuan yang  cukup dalam memilih saham.

Arisan Nikah
Terakhir adalah simpanan dalam bentuk jangka pendek yaitu dana persiapan nikah. Lagi-lagi saya ngga mau pusing tentang keuangan. Untuk resepsi pernikahan dibutuhkan biaya yang ngga sedikit bukan? Biaya gedung kalau digedung, katering, pelaminan, transportasi dan seabrek biaya lainnya. Jika ngga disiapkan dengan baik, bisa-bisa kaget "uang" pas hari resepsi. Tabungan bisa habis dan ngga bisa honeymoon ala liburan ^_^. Untuk itu saya manfaatkan arisan nikah.

Arisan Nikah
Sistem arisan nikah ini sangat sederhana. Siapapun yang akan menikah, maka anggota membayarkan uang seharga 1 gram emas ke yang bersangkutan. Jika, membernya ada 30 orang, sudah pasti terkumpul sekitar Rp 15 juta. Dana ini pasti sangat membantu untuk biaya resepsi. Selain itu, arisan ini tidak terlalu berat, kan jangka waktu orang yang akan menikah tidak terlalu dekat dan mendesak, jadi isi kantong pasti tetap aman.

So...
Jadi rincian 3 tahun bekerja : 1 tahun bekerja 1 sepeda motor baru, 3 bulan berikutnya 1 bidang tanah, next 9 bulan 1 bidang tanah lagi, terakhir ini saya punya investasi di pasar modal Indonesia yang masih belasan juta, 1 unit link asuransi kesehatan & jiwa  yang sepaket dengan produk investasi, 1 unit polis fully investment dan tabungan pada rekening yang saya buat khusus.1 lagi tentang dana persiapan dalam bentuk arisan nikah yang diadakan angkatan kuliah saya.

Next Step
Saya tetap membuat target kedepannya. InsyaAllah tahun depan berencana bangun rumah disalah satu tanah untuk orang tua saya. Setelah itu, KPR rumah di Medan semoga saja DP-nya bisa terkumpul. Sekarang harga rumah mahal-mahal broo, kembang kepis nafas lihat harganya. Kalau kata ust. Yusuf Mansyur di shalawatin aja, dapat deh rumah yang diidamkan.

InsyaAllah usia 25 saya targetkan untuk menikah dengan jodoh yang entah siapa dan masih dimana XD

Finally
Nah, saya sudah beberkan apa yang saya lakukan selama 3 tahun bekerja. Menabung dan berhemat, persiapan masa tua, investasi, dan berhutang. Untuk kamu yang muda mulailah menabung dan konsisten.

Smile With Me

Terakhir, kan saya katakan diawal jika money management saya belum ada yang evaluasi. Bagaimana menurut kamu? Evaluasi dung :D



16 komentar

click to leave a comment!

November 12, 2016 at 11:39 AM Delete comments

jadi tau nih gimana nabung yang bener, semangat nabung lagi nih jadinya

Reply
avatar
November 12, 2016 at 1:30 PM Delete comments

Jadi percuma yaaa gaji gede kalo ngak bisa menggelola

Reply
avatar
November 12, 2016 at 4:31 PM Delete comments

salut untuk yang bisa ngatur uang dengan baik bahkan bisa berinvestasi

Reply
avatar
November 12, 2016 at 5:21 PM Delete comments

ngatur uang itu gampang gampang susah, dan lebih banyak susahnya daripada gampangnya. :D

Reply
avatar
November 12, 2016 at 5:36 PM Delete comments

Jadi semangat nabung nih, selain buat kebuthan sehari disaat mendesak, bisa juga buat nabung nikah.. #Ehh..

Reply
avatar
November 12, 2016 at 6:36 PM Delete comments

selagi masih mudah kenapa gak berinvestasi dengan bijak..

Reply
avatar
November 13, 2016 at 8:46 AM Delete comments

Baca artikel ini berasa ideal semua, ya. Hehehe. Kenyataannya kadang susah mengelola penghasilan, betapapun kita udah membuat rinciannya. Apalagi kalo udah berumahtangga. Terutama biaya tak terduga. Kalo aku juga menyisipkan tabungan untuk traveling. Anytime ada kesempatan, bisa berangkat :D.

mollyta(dot)com

Reply
avatar
November 13, 2016 at 6:21 PM Delete comments

Klo mnurut saya sih, menabung dan investasi adalah salah satu cara yg paling ambpuh dalam mengelola keuangan. Saham saya masih ragu. Buth pengetahuan yg luas buat menggelutinya.

Saya jadi iri sama kmu wal. Masih muda tapi udh punya tanah. Kren!

Overall, postingan nya sngat bermanfaat. :)

Reply
avatar
November 16, 2016 at 7:28 PM Delete comments

Wuuuaaah masih muda asetmu sudah lumayan banyak anak muda ~(~o ̄▽ ̄)~o
Sampe ikutan arisan nikah segala, ehm BTW emang udah ada calonnya?? *eh maap

Reply
avatar
November 17, 2016 at 1:42 PM Delete comments

belum ada, mau ga jadi calonnya??

Reply
avatar
November 17, 2016 at 1:43 PM Delete comments

yok nabung saham, nanti saya ajarkan secara private, kitakontakan lewat email :D

Reply
avatar
November 17, 2016 at 1:44 PM Delete comments

siappp, kayaknya biaya travelling belum ada aku alokasikan kaka,,, ntar pas udah sama pasangan kayaknya yang begituan perlu buat refreshing

Reply
avatar
November 23, 2016 at 7:19 PM Delete comments

Wah ini yg mantep, dalem banget bahasannya ya mas.. Dan keliatan bgt jago atur uangnya :D goodluck mas!

Reply
avatar
January 4, 2017 at 3:33 PM Delete comments

Iya juga. Kunci managemen keuangan bukan besarnya pendapatan. Tetapi bagaimana kita mengelola supaya pas pemasukan dan pengeluaran. Baik pengeluaran jangka pendek atau tabungan untuk pengeluaran jangka panjang. Nice info, mas.

Reply
avatar
January 24, 2017 at 9:53 AM Delete comments

Udah pernah coba tips yang membuka 2 rekening malah amburadul kalau bahasa sundanya. Malah di tabungan khusus untuk dana darurat kepakai terus dan akhirnya habis hadeh. Gagal terus buat bisa nabung hiksss

Reply
avatar