Home » » Saya Cadel, Bisakah Sembuh?

Saya Cadel, Bisakah Sembuh?

Posted by SabdaAwal.com on Tuesday, February 4, 2014

Saya Cadel, Bisakah Sembuh?

Saya Cadel, Bisakah Sembuh?


Saya cadel, kalau bahasa Medannya,-CELAT. Cadel adalah ke-tidak-kuasaan lidah mengucap huruf dengan sempurna. Kebanyakan orang bermasalah dengan huruf 'R', Kalau saya lebih banyak lagi, yaitu R, L, dan D. Ngga tau kenapa lidah saya ngga bersahabat dengan ke-3 huruf tersebut.

Setiap mengucap salah satu dari tiga huruf tersebut yang dipadukan dengan huruf lain sehingga membentuk kata... *abaikan.

Kedengaran janggal ditelinga kalau saya ngomong pakai huruf-huruf itu. Kadang PeDeMeter saya turun drastis karena masalah ini. Untungnya saya ngga duduk di sudut kamar mandi, sambil membiarkan shower menyala membasahi tubuh yang ternodai ini. Mama...aku kotor...aku kotor... *lempar batu!
Cedal/celat itu relatif. Lha kok bisa?
 Huruf R
Sangat umum kita dapati orang-orang yang ngga bisa nyebutin R. Paling banyak malahan. Kali aja huruf R pengen terkenal, jadi coba narsis lewat lidah orang-orang.

Kenapa sulit mengucap huruf R? Ketika menyebut huruf R, lidah haruslah bergetar ke atas dan ke bawah. Banyak orang gagal menggetarkan lidahnya secara sempurna, maka jadilah R 'abnormal' yang terdengar.

R 'abnormal' itu pun punya level khusus. Ada yang parah, sedang dan ringan. Yang parah, sama sekali ngga bisa bilang R, malah jadi L _ _ ". Kalau saya ringan, mirip dengan R-nya bahasa Inggris.

Merasa keren

  • Salah satu teman saya pernah bilang, coba setiap kata yang ada huruf R-nya (Bahasa Indonesia ) diganti aja sama bahasa Inggris.
  • Bang, bahasa abang kok kedengaran beda ya ? Kayak orang Inggris. *pengakuan 2 siswi SMA yang PKL di kantor saya


Huruf D
Agak nyeleneh memang, sampai ngga bisa nyebutin huruf D dengan baik dan benar sesuai EYD. Penyebutannya lebih gampang daripada R yang harus getarkan lidah. Pengucapan huruf D dengan meletakkan lidah di langit-langit depan atas.

Tapi saya gagal. Lidah saya ngga mau kompromi dengan saya. Akhirnya, output audio huruf D yang terdengar pun berbeda. Saya klaim kalo cara saya ngucapin huruf D sesuai dengan pelafalan bahasa Inggris *kok bisa?

Saya suka bahasa Inggris. Dulu, waktu nonton film berbahasa Inggris, saya suka mengulang kembali dialog yang mereka ucapkan. Bukan cuma asal ucap, tapi pelafalan yang tepat. 

Bermula dari film 'Peterpan', saat adegan Tinker Bell meninggal, Peterpan ngga bisa menerima kenyataan hidup. Dia menangis dan bersedih. Dengan the power of believe, Peterpan berulang kali mengucapkan, "I do, I do, I do, I do, I do...." yang artinya aku percaya Tingker Bell akan hidup kembali.

Saya nyimak, lalu mengucapkannya secara berulang-ulang. *Tingker Bell hidup kembali, dan mereka hidup bahagia selamanya. Dan....huruf D dalam pelafalan bahasa Inggris ternyata berbeda dengan bahasa Indonesia. Saya bisa mendengar perbedaan yang jelas sekali. Mungkin ini yang membuat saya cedal huruf D.

Saya juga menduga ada alkulturasi antara pelafalan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Saat sedang belajar makhrajul Huruf (cara mengucapkan huruf dengan benar dalam bahasa Arab). Pada huruf Dha. 

dha


Huruf L

Ini lebih nyeleneh lagi sampai ngga bisa mengucapkan huruf L dengan sempurna. Apa sih susahnya, cuma perlu menaikkan lidah kelangit-langit saja. Tapi, disinilah ketidakmampuan saya. Huruf L yang saya ucapkan cenderung teballlllll, bahkan sangat ketara ketika mengucapkan kata yang berakhiran huruf L, misal tebal, pasal, gagal, dan sebagainya. Pasti penasaran kan?

Kenapa bisa cadel? Bisakah sembuh ?
Penyebabnya ada 2.

1. Anatomi lidah
Kalau lidah udah bermasalah, pastinya cadel ngga bisa sembuh

2. Linguistik.
Bahasa itu sendiri yang jadi penyebabnya (memang udah dari sononya). Misal, R dalam bahasa Indonesia dan Inggris berbeda. R (inggris) menjadi 'abnormal' ketika digunakan dalam bahasa Indonesia, sebaliknya R (indonesia) menjadi abnormal ketika digunakan dalam bahasa Inggris. Relatif kan? Tentu aja, bisa sembuh kalau penyebabnya ini.

3. Bukan karena lidah pendek
Rata-rata manusia punya ukuran yang sama. Ngga ada hubungannya dengan panjang atau pendeknya lidah.

Saya yang mana? 
Ngga tau yang mana. Untuk memastikan harus ke dokter dulu, kalau alasan linguistik mesti ke orang khusus (semacam trapis gitu).

Ya sudahlah, saya akan biarkan ke-cadel-an ini jadi nilai lebih bagi saya. Biar terdengar seksi ketika berbicara *seksi dari mana???!!!!



Thanks for reading & sharing SabdaAwal.com

Previous
« Prev Post

15 komentar:

  1. coba terapi "french kiss"......
    wakakkaaaa.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. french kiss itu apa ???? aku beneran ngga tau

      Delete
  2. gak apa-apa kok, malahan unik hehe...

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. bikin teringat terus ya?? heheheh, dari suara aja udah bikin ingat

      Delete
  4. aku malah pengen cadel, ingat semua orang ada kekurangan dan kelebihan kalo itu yang membuat pedemetermu naik turun, tapi itulah keunikannya, kau bisa dengan mudah melafalkan vocab dengan fasih bedah dengan aku cuy
    santai aja, toh gak mengurangi jumlah follower kalo ko cadel cuy

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh, baca aja komentar yang diatas abg, terinagt terus karena aku cadel :D hehehe

      Delete
  5. cedal bisa sembuh kok, asal rutin latihan untuk ngomong "R", "D" :) #BW

    ReplyDelete
  6. Cadel itu bisa sembuh asalkan terus berlatih. kangen sudah lama tidak berkunjung di blog ini.

    Salam

    ReplyDelete
  7. tidak ada yang tidak sembuh, kalau kita berusaha mengobati dan berdo'a, pasti akan sembuh dengan izin-Nya :)

    ReplyDelete
  8. umumnya sih R, jadi pas bilang R kayak bilang L, dulu waktu saya kecil biar g cedal, saya di suruh bilang cepet kalimat "laleR mencLok nek soR e Rel"

    ReplyDelete
  9. bisa kok,banyak nyanyi dengan belajar artikulasi yang teratur bisa bikin celat menghilang.

    ReplyDelete
  10. Yanda juga cadel "R" bang,, udah capek belajar di rumah sampe-sampe gigit lidah tetep gabisa :D

    ReplyDelete