Home » , » Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar

Posted by SabdaAwal.com on Saturday, May 23, 2015

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar,- Mau main badminton? Wew, pertama harus tahu pilih raket yang mau digunakan. Bisa bahaya kalau kita buta pengetahuan langsung ke toko sport untuk beli raket Badminton. Salah raket-lah, harganya dimainin-lah, palsu-lah, senarnya ngga ada-lah, dan lain-lain.

Jangan sampai kalian seperti saya saat baru mulai main badminton dengan pengetahuan 0 sama sekali. Beli raket asal-asalan, rugi malah -_-", karena harga yang dipermainkan.

Oke, sebelum berbagi tips memilih raket badminton yang tepat, sebaiknya saya perkenalkan diri sedikit. Yeaah, biar ngga dikira menulis tips ini asal-asalan. Saya bukan pemain profesional, apalagi atlet, jauhhhh itu lahhh~jauh kali. Tapi sempat sih... hmm.. mau ikut pertandingan dan batal T_T karena skill saya belum mumpuni.

Saya main badminton udah jalan 8 bulan *kayak ibu hamil ya?, saya main dimulai dari ngga bisa apa-apa. Bahkan untuk cara memegang raket aja salah,-sebodoh apa coba saya dulu~ Selama satu bulan dilatih oleh atlet sebuah klub badminton di Medan. Setelah itu saya dilepas untuk main badminton. Sekarang, saya badminton sampai 4 kali seminggu. Yang ada di Medan, ajak-ajak saya dong kalau main, terutama malam hari ya.

Perkenalan udah selesai, kita akan lanjut ke cara memilih raket yang tepat menurut SabdaAwal.com~ jreng...jreng...

Ada 6 hal yang harus dperhatikan ketika memilih raket, yaitu merk, harga, berat, tarikan, senar, dan grid hand.

Merk
Ada banyak merk raket badminton yang berkeliaran. Wajibnya kita beli yang terkenal aja, karena yang terkenal kualitasnya udah terjamin. Walaupun nanti dapat raket KW, hahaha. Ada Yonex, Lining, Reinforce Speed (RS), Fly Power, Astec, Victor, Wilson, Wagi dan lain-lain.

Kedelapan merk diatas cukup familiar ditelinga saya. Astec asli buatan Indonesia punya mbak Susi Susanti, sementara Wilson lebih terkenal dengan produk tenis lapangannya.

Saya sendiri menggunakan Yonex, Li Ning, RS, dan Fly Power. Untuk Wagi pernah saya coba-in, tapi punya teman. Yang paling nyaman menurut saya adalah RS. Jangan terpengaruh dengan apa yang saya pilih. Ini soal hati, biarkan hati yang memilihnya, hehehe.

Intinya, pilih merk yang terkenal yah~~.

Berat
Orang-orang ngga terlalu peduli sama berat raket badminton. Lagian siapa juga yang mau nimbang raketnya, hehehe. Ngga kok, dibatang raket biasanya udah tertera beratnya dalam satuan gr- ya. 80-110 gr bisa dijadikan pilihan berat raket yang ideal.

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar
290mm/85.6 gr/26-30 lbs
Tetapi, berbeda kalau untuk raket latihan,-pilih berat yang 150-170 gr, itu udah berat banget,- bisa bikin tangan pegal pas ngayunnya. [Info Tambahan] Raket training ngga ada informasi beratnya lho. Raket training langsung dilabeli sesuai nama raketnya, misal Fly Power Training Raket 170 berarti beratnya 170gr atau Gosen Training Raket 150 berarti beratnya 150gr.

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar
Fly Power Training Racket 170
Kebanyakan orang, untuk mengecek berat raket cuma dirasa-rasa aja. Dipegang dan diayun-ayun sedikit. Kalau beratnya dirasa pas, barulah dijadikan "calon bebeb". Tapi, kalau saya beneran ngecek berat yang tertera di batang raket lho.

Intinya, dirasa-rasa, diayun-ayun, kalau enak, bawa pulang!

Tarikan
Apa lagi nih yang ditarik? Tarikan adalah kemampuan raket menopang kekuatan tarikan senarnya. Dibatang raket tertera kemampuan tarikannya yang satuannya lbs. Biasa tertulis 19-24 lbs atau 26-30 lbs atau lain-lain juga boleh. Makin tinggi kemampuan tarikannya makin bagus. Yang tarikan tinggilah yang dipilih.

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar
19-24 lbs
Walaupun jumlah tarikan 24 lbs, kita masih bisa pasang senar tarikan 25 lbs. Pokoknya bisa bikin 1 tarikan diatas yang udah ditentukan. Kalau raket asli kuat kok.

Intinya, pilih yang bisa ditarik tinggi-tingi. [Saran] kalau masih latihan, bikin tarikan 22 - 24 lbs aja, biar tangan kita terbiasa memukul kuat. Nah, untuk yang udah biasa main, 25 - 28 lbs udah keren kok.

Kalau saya ada yang raket 24 lbs, 26 lbs, dan 27 lbs. Latihan biasa saya pakai yang 24 lbs, sedangkan 26 lbs dan 27 lbs untuk main beneran.

Senar
Nah, soal senar saya ngga terlalu tahu. Tapi berikut ini beberapa fakta tentang senar raket badminton *ce ilee.

  • Raket dijual tanpa terpasang senar, jadi kalau beli raket yang senarnya udah terpasang agak dicurigai. Biasanya, senarnya jelek, sekali main langsung putus.
  • Ada raket yang dapat bonus senar bawaan. Makanya, rajin bertanya ke toko sport, "Raket yang ini dapat senarnya ngga bang?". Kalau di toko saya beli, gratis pasang senar malah ^_^.
  • Senar rekomendasi, biasanya tertera di batang raket-nya. Nanti bakal ada nama dan jenis senarnya tuh. Tapi, saya ngga terlalu peduli sama jenis senar, karena saya selalu pakai BG66, selain kuat, bagus, dan tahan lama.
Grid Hand
Pasti raket baru butuh grid hand. Ada 2 jenis grid hand yang saya tahu, yaitu handuk dan karet. Saya rekomendasi yang karet sih walaupun pemain-pemain dunia menggunakan grid hand handuk. 

Handuk diawal pemakaian memang nyaman. Tapi, lama-lama setiap kali main, handuk menyerap keringat, sehingga jadi ngga enak lagi digenggam. Jika menggunakan handuk, maka kita harus sering gonta-ganti grid hand. Kalau pemain dunia ya ngga masalah sama yang beginian. Lha, kita budget terbatas bro, hehehe.

Bagaimana dengan grid hand karet? Tahan lama,- ini yang bikin saya betah pakai yang karet (lebih hemat). Selain itu, ngga licin dan nyaman digenggam. Saya biasa beli yang harga Rp 20.000 - Rp 25.000-an. 

Cara Memilih Raket Badminton Dengan Benar
Grid Hand karet semua ^_^

Harga

Sebenarnya harga adalah rangkuman dari 5 hal yang diatas tadi, merk, berat, tarikan, senar dan grid hand. Biasanya, makin mahal harganya, maka makin bagus kualitasnya. Tetapi, setelah kita punya pengetahuan 5 hal yang sudah saya sebutkan, maka kita bisa sesuaikan dengan budget yang ada. Mau mahal, agak mahal, atau murah, asal udah tahu spesifikasi raket ngga ada masalah.

Oke, saya udah jelaskan sepengatuhan saya tentang memilih raket badminton dengan benar. Saya ucapkan selamat bermain.

Terimakasih sudah mau membaca. Sampai jumpa pada tulisan saya berikutnya.

Thanks for reading & sharing SabdaAwal.com

Previous
« Prev Post

6 komentar:

  1. Wah sangat bermanfaat infonya, udah lama nggak pegang raket badminton. udah lama gak main badminton, udah alih profesi jadi atlet voli :D

    http://sastraananta.blogspot.com/2015/05/surat-untuk-warung-blogger.html?spref=tw

    ReplyDelete
  2. weh baru tau sayah ada ketentuannya nya. kaya tariakn senar. saya selama ini tinggal pake aja. piling yang ringan aja. biar enteng.
    maklum pinjem bukan beli.

    ReplyDelete
  3. uwo. iyah baru tau semuanya. selama ini cuma make raket turunan kalo mau main badminton :s

    ReplyDelete
  4. lah itu apa apaan ya, ada pulak endingnya mana tau jodoh kahaha
    satu lagi takutnya baling, agak dikeker lurus atau tidaknya tempat di jaringnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi jomblo kali kang pengen cari istri

      Delete