Inilah Perjalanan Terjauh dan Terberat Di Dunia

Saya ngga nyangka kalau perjalanan terjauh dan terberat itu ada di depan mata. Banyak orang di dunia ngga mampu melakukannya. Coba tebak, dialah Masjid. Tanya kenapa? Jawabannya ada di video ini. Kalau ngga bisa di putar bisa baca tulisan dibawahnya.

Saya sedih dan kecewa terhadap diri sendiri.





PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya. walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa juga Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea dengan semangat yang membara. namun kemesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid. alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Maka berbahagialah dirimu nak bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid. karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.

Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.


source: https://www.youtube.com/watch?v=1jj9sddzB2U

Hal Yang Didapat Di Rumah Baru

Saya baru pindah tempat tinggal. Tempat tinggal yang lama saya tinggalkan karena ngga bisa dibawa, lagi pula hunian itu bukan punya saya. Kalau saya bawa, saya bisa dijerat hukum, lalu masuk penjara. Kalau saya di penjara saya ngga bisa ngeblog dan nulis lagi. Kasihan nanti pembaca saya dan kamu yang ngga bisa baca tulisan saya lagi. *sedih

 Dulu saya ngekos, ukuran kamar 3 x 4 m untuk 2 orang. Sekarang udah ngontrak rumah, kalau ngga salah sekitar 6 x 20 m untuk 3 orang, saya, Andika dan Irsan. Aduhhh, maaf saya cerita teman saya lagi -_-"

Apa yang kami dapat di rumah baru?

Irsan
Dia sekarang senang. Katanya bisa lari-lari dari kamar ke ruang depan. Irsan memang pelari yang handal. Konon dia berhasil meraih juara dalam event lomba lari di kota medan. Meraih medali emas,- ya emas. Karena warnanya memang emas, kalau logamnya sendiri bukan emas. 

Bahkan di SAMAPTA (samapta ala diklat bea cukai, intip disini penjelasannya) pun dia terdepan, berlari 12 menit tanpa henti untuk jarak terjauh. Dia memang luar biasa. Hebat dan ganas. *terkesan

Andika
Dia sekarang senang. Katanya bisa lari-lari dari kenyataan,-eh salahhh *maaf. Sekarang dia bisa beli lemari untuk koleksi komik dan novelnya. Tiap minggu rutin beli komik di toko buku atau pasar loak buku. Ngga tanggung-tanggung, budget yang dikeluarkan sekian dolar AS. Itu kalau di Rp dikonversi. Hehehe.
perhatikan medali-nya

Terlebih lagi Andika beli banyak perabot. Lemari, kasur, meja tv, tv, kipas angin, gorden, karpet, rak piring dan perkakasnya. Udah kebanyakan perabot untuk ukuran kita -_-". Kayaknya perabotan ini sengaja dibeli untuk perabotan nikah nanti. Hihihi

Sabda
Sekarang saya bisa foto seperti ini.

:v
*Sekian*
#ngelantur

Rumah Tak Berpenghuni!

Kembali lagi saya, Irsan dan Andika yang akan diceritakan. Saya tahu kamu ngga kenal mereka bahkan kenal saya pun ngga, iya kan? Kalau kenal, berapa ukuran celana saya? Ngga tau kan. Ya udah!

Kami pindah kos. Kami nyewa rumah kosong, karena kalau nyewa rumah berpenghuni pasti ngga dikasih. Yakinlah! Rabu yang lalu saya dan Andika mulai bersihkan rumah yang berdebu itu, sementara Irsan ke SABANG. Liburan! Enak kali kan dia.

Ceritanya, sore jam setengah 6 kami mulai bersihkan rumah sampai jam setengah 7 (azan untuk Medan sekitarnya). Kami memutuskan untuk shalat di rumah itu. Tapi sayang, saya pakai celana ponggol. Akhirnya saya balik ke kosan ambil sajadah dan sarung.

Mulai horor, rumah udah kosong selama 6 bulan. Saya memang yakin ada jin dan setan yang tinggal disama.

Waktu saya kembali ambil perlengkapan shalat, Andika cerita kalau helm saya jatuh dari kursi. Ngga ada angin, hujan, apalagi kuda. Dia jadi takut. Jantung saya berdebar, jantung Andika berdebar bahkan jantung kamu juga. Mulailah pikiran Andika aneh-aneh.
shalat jamaah
"Kita shalat jamaah aja, nanti aku baca ayat kursi." tandas Sabda.

Selesai shalat...
Saya      : nanti kita usir mereka (jin dan setan), sekarang rumah ini punya kita. Kita udah bayar, mereka ngga bayar lho. Aku putarkan mp3 ruqiyah nanti.
Andika : janganlah, nanti aku jadi makin takut.
Saya      : (dalam hati) yang sebenarnya jin itu mereka atau kamu sih Ndik?

&-TAMAT-&
#ngelantur

Sabda
Andika

Terimakasih Bintang, Terimakasih Wifi

Libur tanggal 25 berdampak libur di tanggal 26 sebagai cuti bersama. Kebetulan hari pun sangat berkomitmen, sabtu (27) dan minggu (28). Total ada 4 hari libur. Saya pun memutuskan (setelah pertimbangan sulit) libur kali ini ke Pematang Siantar tempat kakak. 

Pematang Siantar itu kota terbesar ke 2 di Sumut. Terkenal dengan pohon karet dan roti ganda.... Ah saya malas menjelaskannya. Kamu kan bisa searching di google, lagian ngga penting untuk kamu. Malahan kamu pengen skip tulisan ini, langsung ke kolom komentar dan akhirnya saya komentar balik di blog kamu.

Saya pengguna smartphone dual sim, keren kan? Pengisinya gsm 1 berwarna biru sebiru langit dan gsm 2 berwarna merah semerah hati kita ketika bersatu, meletus warna hijau, hatiku biasanya aja, ngga kacau. Lebay ah kalau hati kacau gara-gara meletus yang hijau.

Jadi, kalau di tempat kakak, cuma gsm merah yg ada sinyal. Kalau yg biru 90% no signal 10% G signal. Saya pun ga bisa internetan. Instant messagging terabaikan. Hati pun kacau, wajar banyak teman yang mau komunikasi sama saya.
no signal

Akhirnya saya bisa internetan dengan manfaatkan wifi teman saya yang menggunakan smartphone. Saya pun bisa kembali berinternet ria.
Bintang, namanya Bintang
sinyal penuh

Banyak bbm yang masuk, notif di twitter dan facebook, dan email masuk. Saya bahagia. Liburan kali ini sangat senang dan berkesan. Terimakasih Bintang, terimaksih wifi. TAMAT!

***
#ngelantur

Kisah Ibu Penjual Sarapan


Sabtu. Saya bangun tidur jam 5 pagi, tepat saat azan subuh untuk daerah  Medan dan sekitarnya. Saya ngga lapar waktu itu. Barulah jam 8 saya mulai lapar. Aneh ngga biasanya saya lapar seperti ini. Biasanya saya lapar antara jam 7 dan 8. Saya pun menjadi takut dengan rasa lapar ini.

Khawatir rasa lapar ini bertambah parah, saya berinisiatif beli sarapan di dekat kosan. Saya berharap dengan sarapan, lapar saya bisa hilang. Saya ngga mau jadi takut seperti ini.

Saya cuci muka (lagi) dan membasahi rambut biar kelihatan mandi. Biasanya kalau libur seperti ini, saya mandi jam 9 atau 10. Dengan berbekal uang, saya berangkat menuju penjual sarapan pagi. Ibu tersebut kenal dengan saya, tapi ngga tahu nama saya. Begitu juga saya yang kenal ibu tersebut, tapi ngga tahu nama ibu itu. Mungkinkah kesamaan ini membuat kami berjodoh? Tidak.

Sampailah saya di tempat Ibu PS (Penjual Sarapan), kami saling bertatapan. Mata kami bertemu dan berhenti dipersekian detiknya. Saya bingung. Apa yang harus saya lakukan?

Akhirnya Ibu PS bertanya untuk mencairkan suasana "Mau beli apa dek?". Saya ngga menduga kalau ibu PS akan tanya itu ke saya. Pertanyaannya ngga sulit, tapi dengan memanggil saya "Dek", apakah kami bersaudara? apakah Ibu PS saudara saya yang hilang? Ada banyak pertanyaan dalam hati saya.

Saya memutuskan untuk memesan makanan.

Saya : nasi gurih buk | Ibu PS : pakai apa dek ? | Saya : ngga tahu, kan ibu yang jualan | Ibu PS : ....!!!

TAMAT

#ngelantur

Kontrakan Di Atas Awan


Kami bertiga, saya, Andika dan Irsan. Pasti kamu ngga kenal. Ya iyalah, sama saya aja kamu ngga kenal. Mereka teman kos saya. Jadi, kami mau move on,nyari kontrakan rumah. Isunya ngontrak rumah lebih murah. Nyari rumah yang speknya : 3 kamar tidur dan ngga jauh dari tempat kerja.

Kami sempat keliling-keliling. Ada banyak hal yang kami lihat. orang main layangan, warung nasi padang, orang lagi nyapu jalan, banyaklah. Tapi, semua itu ngga akan menghentikan tekad kami nyari kontrakan.  Apa hubungannya?

Kami coba telusuri beberapa jalan besar sampai jalan kecil dan gang-gang di kota Medan ini. Hasilnya beragam. Ada yang rumahnya ngga sesuai spek, ada yang sesuai spek tapi kondisi rumah mengenaskan. Kami bertanya ke orang-orang dan mengandalkan tulisan "rumah ini dikontakkan" di pagar rumah. Tapi Irsan agak ekstrem, dia coba-coba nanya ke rumah yang tulisannya "rumah ini dijual", maksudnya apa coba?

Capek nyari kontrakan secara konvensional, kami beralih ke digital. Ternyata lebih mudah. Andika dan Irsan nyari secara online, supaya lebih mudah kami bagi tugas. Andika nyari di oxl, Irsan nyari di berniaga, saya nyari di lazada dan zalora. Oke deal!

Komunikasi dengan pemilik pun ngga terelakkan. Saya khawatir aja kalau yang saya telpon itu bekas mantan,-mantannya yang entah siapa -_-" . Beragam orang yang kami telpon dan bagian favorit saya itu pas.... Seorang bapak yang agak tua dengan 'pendengaran' yang mulai mendera. Saya tahu karena saya komunikasi kepada Beliau.



Saya : "Halooo"
Bapak : "Haloo..Halooo...Haloo"
Saya : "Selamat Sore Pak "
Bapak : "Halooo...Haloooo..Haloo.."
Saya : ini si Bapak maksudnya apa sih? (dalam hati) "Haloo...Haloo..Haloo Pak"
Bapak : "Haloo...Haloo..Haloo.."
Saya : Pak berantem yuk! (dalam hati) "Haloo...Haloo..Haloo..."
Bapak : "Siapa ini? Halooo..Haloo...Haloo"
Saya : "Pak apa benar yang....."
Bapak : "Haloo...Haloo...Haloo..."

Haloo..haloo..haloo Bandung, ibukota periangan...Terdengar hp tersebut berpindah tangan.

Mbak : "Haloo.."
Saya : "Haloo, Kak apa benar yang pasang iklan rumah ? "
Mbak : "Ohh, iyaaa tapi rumahnya udah ada yang nempati"
Saya : "Oh begitu,,, makasih ya kak "

Ini telpon yang paling berkesan, sampai saya nulis ini, saya masih terbayang si Bapak.
Sampai sekarang kami belum dapat kontrakan. Dimana ya nyari kontrakan di atas awan? #ngelantur



Sepatu Kebesaran? Ini Solusinya

Pernah punya sepatu kebesaran? Jangan kecewa karena khawatir ngga bisa dipakai. Ya, kalau pun ngga bisa, mungkin kita kasih ke orang lain. Hehehe

Saya sempat punya sepatu yang kebesaran. Parahnya, sepatu itu saya beli sendiri. Memang pas dibeli dirasa agak longgar, tapi terlanjur suka dan ukuran yg lebih kecil habis, finally saya beli juga.

Eh, ternyata setelah dipakai beberapa kali, akhirnya sepatu itu beneran longgar boy! Kadang suka lepas sendiri waktu dipakai. Saya sempat sedih. Sangking sedihnya, kalau lapar saya makan dan ngantuk tetap tidur *ya iyalah. Mulailah saya mikir kalau sepatu itu memang ngga bisa dipakai lagi. T_T

Akhirnya setelah mutar otak, akhirnya otak saya menyimpang dan tersesat. Darah pun mengalir dari hidung dan telinga. *oke lupakan.

Saya dapat ide keren super kreatif untuk mengakali sepatu kebesaran ini. Simpel dan mudah. Simak cara dibawah ini.

Solusi sepatu kebesaran. Oh ya, saya banyak berbagi tips-tips jitu lainnya di siasat cerdas.

Oke, cukup sediakan kertas aja. Lalu, diremas-remas dan masukkan ke ujung sepatu.

kertas direma-remas

masukkan ke dalam sepatu, 
Nah, kalau kertasnya ketebalan, bisa disesuaikan. Sejauh ini, ngga menganggu kenyamanan kaki. Semoga tips ini membantu buat yang punya sepatu kebesaran. sampai juga di siasat cerdas lainnya.

Author

Sabda Awal

Yang baca #ngelantur mungkin berpikir kalau saya bodoh atau polos

Terbaru